KEJAM! Rekaman Video Buktikan Rudal AS Serang Sekolah di Iran, Ratusan Siswi Tewas

DEMOCRAZY.ID – Media pemerintah Iran merilis cuplikan video terbaru yang menunjukkan momen sebuah rudal jelajah menghantam kompleks bangunan di kota Minab.

Tragedi ini menelan korban jiwa sedikitnya 175 siswi dan staf di sebuah sekolah perempuan sekitar sepekan yang lalu.

Detail Rekaman dan Identifikasi Senjata

Video berdurasi tujuh detik yang diunggah oleh kantor berita Mehr News tersebut memperlihatkan sebuah rudal yang meluncur deras ke arah sebuah gedung di dalam kompleks berpagar.

Meskipun kualitas video terbatas, Jeffrey Lewis, profesor keamanan global dari Middlebury College, menyatakan bahwa proyektil tersebut sangat identik dengan rudal jelajah Tomahawk.

Sebagai informasi, Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang mengoperasikan Tomahawk, dan pihak Pentagon sendiri telah mengonfirmasi bahwa armada mereka beroperasi di wilayah selatan Iran saat serangan terjadi.

“Penembak pertama di laut adalah Tomahawk yang dilepaskan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujar Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Presiden AS Donald Trump, berbicara dari atas Air Force One, menolak tuduhan bahwa AS berada di balik serangan sekolah tersebut.

Ia justru menuding balik pihak Iran sebagai dalang bencana tersebut.

Bantahan tersebut sayangnya tanpa bukti akurat.

“Berdasarkan apa yang saya lihat, menurut saya itu dilakukan oleh Iran. Mereka sangat tidak akurat dengan amunisi mereka. Mereka tidak punya akurasi sama sekali,” tegas Trump.

Namun, Jeffrey Lewis membantah klaim tersebut dengan menyatakan bahwa desain rudal dalam video tersebut tidak konsisten dengan desain rudal jelajah buatan Iran.

Kantor berita NPR bersama grup riset Bellingcat berhasil memverifikasi lokasi pengambilan video tersebut.

Berdasarkan pencocokan detail bangunan dan papan nama klinik, serangan dipastikan terjadi di lokasi sekolah tersebut berada.

Berikut adalah poin-poin kunci hasil investigasi citra satelit dan data lapangan:

  • Target Presisi: Citra satelit dari Planet menunjukkan tujuh bangunan, termasuk klinik, hancur dalam apa yang tampak sebagai serangan presisi.
  • Status Lokasi: Lokasi tersebut berada di kota Minab. Meskipun diklaim sebagai basis militer yang sudah ditinggalkan selama satu dekade, data menunjukkan adanya hubungan aktif dengan IRGC.
  • Data Terbaru: Klinik tersebut diketahui baru dibuka pada tahun 2025 oleh mendiang Kepala IRGC, Hossein Salami.
  • Kesalahan Intelijen: Jeffrey Lewis menduga adanya kemungkinan sekolah dan klinik tersebut menjadi target karena militer AS menggunakan data intelijen yang sudah kedaluwarsa (outdated targeting information), di mana area tersebut masih tercatat sebagai pangkalan militer aktif.

Menanggapi temuan ini, Menteri Perang AS Pete Hegseth menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam atas insiden ini.

“Kami tentu sedang menyelidiki. Namun, satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran,” ujarnya saat mendampingi Trump.

Hingga saat ini, pihak Pentagon belum memberikan respons resmi terkait permintaan komentar atas video terbaru yang beredar tersebut.

Tragedi di Minab ini menjadi salah satu titik paling kritis dalam konflik terbaru antara AS dan Iran, mengingat besarnya jumlah korban dari kalangan pelajar.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya