DEMOCRAZY.ID – Analis politik Burhanuddin Muhtadi menilai ada dua arti dari pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menyampaikan dukungan kepada Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta meski dari partai politik yang berbeda.
Menurut analisa Burhanuddin, ada dua sisi untuk mengartikan pernyataan Prabowo tersebut.
Pertama, Prabowo membuka peluang untuk bersama dengan PDIP, khususnya Pramono Anung.
“Ya tentu politisi makhluk dengan penuh kode ya. Jadi, satu sisi bisa diartikan Pak Prabowo masih membuka peluang untuk bersama PDI Perjuangan khususnya Mas Pram, yang kita tahu orang yang sangat acceptable ya di mata elite ya,” kata Burhanuddin dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rabu (4/2/2026).
“Tetapi di sisi lain juga membuka kemungkinan buat PDI Perjuangan untuk punya calon sendiri,” ujarnya.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia itu kemudian mengungkap akseptabilitas Pramono yang tinggi di mata elite politik Indonesia.
“Per hari ini memang Mas Pram meskipun akseptabilitas tinggi di mata elite ya, termasuk sangat baik hubungannya dengan Presiden Prabowo, tetapi secara elektoral Mas Pram masih punya banyak PR,” tuturnya.
Menurutnya, saat ini elektabilitas Pramono masih ketinggalan jika dibandingkan dengan calon kandidat lain.
“Jadi ada yang sangat baik rapornya di mata para elite, tetapi kurang di mata publik. Atau sebaliknya, di mata publik sangat baik citranya, tetapi di mata elite itu banyak catatan. Nah yang ideal tentu dua-duanya, di mata elite tidak bermasalah, di mata publik baik,” ujarnya.
“Nah per hari ini, PDI Perjuangan kalau di dalam survei-survei kan nama yang muncul itu masih calon lama ya, Mas Ganjar. Itupun elektabilitasnya cukup drop ya,” ujarnya.
Meski demikian, lanjut dia, PDIP masih memiliki waktu tiga tahun untuk menyiapkan calonnya, apakah nantinya bakal bertarung melawan Prabowo atau justru bersanding.
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Selasa (3/2/2026), Prabowo menyatakan dukungan pada Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Pak Pram dari PDIP, tapi tetap saya akan dukung sebagai Gubernur DKI, karena tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat DKI,” kata Prabowo.
“Walaupun gubernurnya partai lain, saya akan dukung beliau supaya DKI aman dan selamat. Kan begitu. Nanti 2029 ya terserah,” ucapnya.
Sumber: RakyatDaily