Ratusan Warga Rohingya Demo di Pekanbaru, Tuntut Bantuan Dinaikkan hingga Pendidikan Gratis 2026 Sebesar 2,3 Juta per Bulan!

DEMOCRAZY.ID – Ratusan warga pengungsi etnis Rohingya menggelar aksi unjuk rasa di Kota Pekanbaru, Riau.

Aksi tersebut menarik perhatian publik karena para pengungsi menyuarakan tuntutan kenaikan bantuan bulanan serta permintaan fasilitas pendidikan gratis hingga tahun 2026.

Aksi demo berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan.

Para pengungsi membawa poster dan spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah serta lembaga internasional yang selama ini menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Mereka menyampaikan aspirasi secara bergantian, menyoroti kondisi ekonomi yang dinilai semakin sulit di tengah keterbatasan akses kerja dan pendidikan.

Dalam orasinya, perwakilan pengungsi Rohingya menyebutkan bahwa bantuan bulanan yang diterima saat ini belum mencukupi kebutuhan hidup dasar.

Saat ini, bantuan yang diberikan kepada pengungsi dewasa sebesar Rp1 juta per bulan.

Sementara bagi pengungsi yang sudah berkeluarga mendapatkan bantuan Rp1,7 juta per bulan, dan bagi keluarga yang telah memiliki anak menerima bantuan sebesar Rp2,3 juta per bulan.

Menurut para pengungsi, nominal tersebut tidak sebanding dengan meningkatnya biaya kebutuhan pokok, terutama untuk pangan, kesehatan, dan kebutuhan anak-anak.

Mereka berharap adanya penyesuaian bantuan agar dapat memenuhi standar hidup layak selama berada di Indonesia sebagai negara transit.

Selain menuntut kenaikan bantuan bulanan, massa aksi juga menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak Rohingya.

Mereka meminta agar pemerintah dan lembaga terkait memberikan pendidikan gratis hingga tahun 2026.

Pendidikan dinilai sebagai hak dasar yang sangat penting untuk masa depan anak-anak pengungsi yang selama ini hidup tanpa kepastian status kewarganegaraan.

“Anak-anak kami membutuhkan sekolah. Pendidikan adalah satu-satunya harapan agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar salah satu perwakilan pengungsi dalam aksi tersebut.

Aksi ini juga menyoroti tantangan kemanusiaan yang dihadapi pengungsi Rohingya di berbagai daerah Indonesia, termasuk keterbatasan fasilitas, akses layanan publik, dan ketergantungan pada bantuan internasional.

Selama ini, sebagian besar bantuan disalurkan melalui kerja sama antara pemerintah, organisasi internasional, dan lembaga kemanusiaan.

Pihak berwenang setempat menyatakan telah menerima aspirasi para pengungsi dan akan menyampaikannya kepada instansi terkait.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan ketertiban, sekaligus memastikan pendekatan kemanusiaan tetap menjadi prioritas dalam menangani isu pengungsi.

Pengamat sosial menilai aksi ini mencerminkan meningkatnya tekanan hidup yang dialami para pengungsi.

Mereka menilai perlu adanya koordinasi lebih intensif antara pemerintah pusat, daerah, serta organisasi internasional agar kebijakan penanganan pengungsi lebih berkelanjutan dan manusiawi.

Hingga aksi berakhir, situasi di lokasi terpantau kondusif.

Para pengungsi berharap tuntutan mereka dapat menjadi perhatian serius, terutama terkait peningkatan bantuan dan jaminan pendidikan gratis bagi anak-anak Rohingya di Indonesia.

@detikcom Sejumlah warga Rohingya di Pekanbaru, Riau, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor International Organisation for Migration (IOM) di Jalan M Jamil, Senin (19/1/2026). Mereka memprotes biaya hidup yang semakin tinggi serta menuntut bantuan yang dinilai sudah tidak mencukupi. Baca berita selengkapnya hanya di detik.com! Creator: Dio #rohingya #pekanbaru #demo ♬ News report analysis science technology(1328673) – Takashi

Sumber: PojokSatu

Artikel terkait lainnya