DEMOCRAZY.ID – Beredar kabar Perpol Nomor 10/2025 yang dinilai kontroversial itu karena mengangkangi konstitusi bakal dicabut.
Kita tunggu. Benar-benar dicabut atau hanya direvisi? Atau jangan-jangan Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD hanya di PHP.
Pencabutan Perpol Nomor 10/2025 sebagai win-win solution antara Presiden dan Kapolri. Telah terjadi kompromi politik. Seperti kata pepatah populer, “Tidak ada makan siang gratis”.
Kekhawatirannya adalah kompromi yang merugikan Roy Suryo dan kawan-kawan. Komprominya diduga soal kasus ijazah Jokowi yang makin terang benderang menyudutkan Jokowi.
Mantan presiden yang pernah menjadi nominasi tokoh terkorup dunia versi OCCRP itu makin tersudut dalam skandal ijazah palsu.
Komprominya diduga soal nasib Roy Suryo dan kawan-kawan yang telah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka.
Untuk membatasi ruang gerak Roy Suryo dan kawan-kawan setelah dicekal keluar negeri yang tak juga kendor dalam menuntut keadilan soal ijazah Jokowi yang kata polisi identik tapi diragukan oleh Roy Suryo dan kawan-kawan.
Komprominya adalah Roy Suryo dan kawan-kawan bakal ditangkap dalam waktu dekat.
Presiden Prabowo terpaksa ‘mengorbankan’ Roy Suryo dan kawan-kawan dari ancaman serius musuh dalam selimut Presiden Prabowo.
Bila benar Roy Suryo dan kawan-kawan ‘dikorbankan’ secara politik akan merugikan Presiden Prabowo dan menguntungkan Jokowi and the gank.
Prabowo akan menambah ‘musuh’ baru bila memenjarakan Roy Suryo dan kawan-kawan.
Tidak menutup kemungkinan akan memantik demonstrasi besar-besaran menutut pemakzulan Prabowo-Gibran. Menggeser isu pemakzulan Gibran.
Sesuai keinginan Jokowi. Pemakzulan harus satu paket, Prabowo-Gibran. Sebelumnya bergema tuntutan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka.
Prabowo yang katanya jenderal ahli strategi itu untuk kesekian kalinya masuk jebakan politik orang yang diragukan ijazah UGMnya, Jokowi yaitu gelombang pemakzulan Prabowo-Gibran.
Diprediksi Jokowi and the gank akan memainkan isu ini, pemakzulan Prabowo-Gibran agar isu kudeta merangkak melalui pergantian kekuasaan di tahun 2026 untuk menekan Prabowo atau setidaknya ‘memaksakan’ duet kembali Prabowo-Gibran di 2029.
Sementara kasus ijazah Jokowi akan tetap menjadi misteri. Terkubur oleh waktu dan riak-riak politik.
Antara identik versi polisi dan 99,99 persen palsu versi Roy Suryo dan kawan-kawan.