8 Mukjizat Nabi Sulaiman yang Menggetarkan Hati, Bisa Menaklukkan Angin hingga Menundukkan Jin

DEMOCRAZY.ID – AS dikenal sebagai salah satu nabi dan raja paling berkuasa dalam sejarah manusia.

Allah SWT menganugerahinya kekuasaan yang belum pernah diberikan kepada siapa pun sesudahnya.

Di bawah kepemimpinannya, manusia, hewan, burung, dan jin tunduk dalam satu komando.

Ada banyak mukjizat Nabi Sulaiman yang menunjukkan kebesaran Allah SWT.

Setiap mukjizat ini mengandung pelajaran tentang syukur, kesabaran, dan keadilan. Dalam banyak kisah Al-Qur’an, kekuasaan Nabi Sulaiman selalu diiringi dengan kerendahan hati.

Ia tidak pernah lalai mengingat Allah, bahkan di tengah kemegahan kerajaannya. Hal ini sejalan dengan ayat Al-Qur’an tentang bersyukur dalam surat Saba’ berikut:

ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًۭا ۚ وَقَلِيلٌۭ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ

“Bekerjalah, hai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” (QS. Saba’ [34]: 13)

Kisah mukjizat Nabi Sulaiman juga menjadi cerminan penting bagi umat Islam sebagaimana ayat tentang sabar dan ayat tentang riba mengajarkan keseimbangan hidup, mukjizat beliau menegaskan pentingnya ketaatan dalam kekuasaan.

1. Menundukkan Jin untuk Membangun Istana Megah

Salah satu mukjizat Nabi Sulaiman yang paling terkenal adalah kemampuannya menundukkan bangsa jin untuk bekerja di bawah perintahnya.

Berkat izin dan rahmat Allah, jin-jin tersebut membangun gedung tinggi, istana megah, dan berbagai karya seni luar biasa.

يَعْمَلُونَ لَهُۥ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَـٰرِيبَ وَتَمَـٰثِيلَ وَجِفَانٍۢ كَٱلْجَوَابِ وَقُدُورٍۢ رَّٰسِيَـٰتٍ ۚ ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًۭا ۚ وَقَلِيلٌۭ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ

“Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang besar seperti kolam, dan periuk-periuk yang tetap di atas tungku.” (QS. Saba’ [34]: 13)

Meski memiliki kekuasaan besar, Nabi Sulaiman tetap rendah hati dan bersyukur. Ia paham bahwa kekuasaan hanyalah amanah.

Nilai ini sejalan dengan pesan dalam ayat seribu dinar, yang mengingatkan bahwa Allah akan memberi jalan keluar dan rezeki dari arah yang tak disangka bagi siapapun yang bertakwa.

2. Mengendalikan Angin Sesuai Perintah

Mukjizat Nabi Sulaiman berikutnya ialah kemampuannya mengendalikan angit.

Angin bisa membawanya ke berbagai negeri hanya dalam hitungan jam, padahal jaraknya sejauh perjalanan sebulan.

Bayangkan, sebelum manusia mengenal pesawat, Nabi Sulaiman sudah mampu menembus jarak ribuan kilometer berkat izin Allah.

فَسَخَّرْنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجْرِى بِأَمْرِهِۦ رُخَآءً حَيْثُ أَصَابَ

“Kami tundukkan angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya.” (QS. Shad [38]: 36)

3. Mengalirkan Tembaga dari Perut Bumi

Keajaiban berikutnya yakni kemampuan Nabi Sulaiman mengalirkan tembaga cair dari perut bumi

وَأَسَلْنَا لَهُۥ عَيْنَ ٱلْقِطْرِ ۖ وَمِنَ ٱلْجِنِّ مَن يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِۦ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَمَن يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

“Dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya.” (QS. Saba’ [34]: 12)

4. Memahami Bahasa Hewan

Kemampuan memahami bahasa binatang adalah salah satu mukjizat Nabi Sulaiman yang paling menakjubkan.

Beliau dapat berkomunikasi dengan burung, semut, bahkan memahami pesan moral dari makhluk kecil.

وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ

wa wariṡa sulaymānu dāwūd, wa qāla yā ayyuhannāsu ‘ullimnā manṭiqat-ṭayr, wa ūtinā min kulli syai’in, inna hādzā lahuwal-faḍlul-mubīn

“Dan Sulaiman berkata, ‘Wahai manusia, kami telah diajari bahasa burung dan diberi segala sesuatu.’”

(QS. An-Naml [27]: 16)

Beliau bahkan tersenyum saat mendengar semut memperingatkan kaumnya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

“Wahai para semut, masuklah ke dalam sarang-sarang kalian, agar kalian tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya sementara mereka tidak menyadari.” (QS. An-Naml [27]: 18)

Kisah ini menggambarkan kelembutan hati Nabi Sulaiman. Sebagaimana arti ayat kursi menegaskan kebesaran Allah yang meliputi seluruh makhluk, Sulaiman mengajarkan manusia untuk menghormati ciptaan sekecil apa pun.

5. Menemukan Ratu Balqis lewat Burung Hud-Hud

Kisah pertemuan Nabi Sulaiman dengan Ratu Balqis bermula dari laporan seekor burung Hud-Hud. Burung kecil itu membawa berita penting dari negeri Saba’.

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍۢ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِۦ وَجِئْتُكَ مِن سَبَإٍۢ بِنَبَإٍۢ يَقِينٍ

“Kemudian ia (Hudhud) tidak lama menghilang, lalu berkata, ‘Aku telah mengetahui sesuatu yang engkau belum mengetahuinya, dan aku datang kepadamu dari negeri Saba’ membawa berita yang pasti.’” (QS. An-Naml [27]: 22)

Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak berkembangnya misi dakwah Nabi Sulaiman. Beliau berhasil mengajak Ratu Balqis meninggalkan penyembahan matahari dan beriman kepada Allah.

6. Memindahkan Singgasana Ratu Balqis Sekejap Mata

Mukjizat selanjutnya adalah kemampuan untuk memindahkan singgasana Ratu Balqis dalam sekejap.

قَالَ عِفْرِيتٌۭ مِّنَ ٱلْجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ

“Berkatalah seorang ‘ifrit dari golongan jin, ‘Aku akan membawakan singgasana itu kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu.’” QS. An-Naml [27]: 39

قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌۭ مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ

“Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Kitab, ‘Aku akan membawakan singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.’” QS. An-Naml [27]: 40

Dalam sekejap mata, singgasana megah itu sudah berada di hadapannya. Nabi Sulaiman kemudian berkata:

“Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur.”

7. Menundukkan Iblis dan Jin Jahat

Allah memberi Nabi Sulaiman kuasa atas jin-jin jahat dan iblis. Mereka dipaksa bekerja dan tidak bisa menentang perintah beliau.

.وَمِنَ ٱلشَّيَٰطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُۥ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًۭا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَٰفِظِينَ

“Dan di antara setan-setan ada yang menyelam untuknya dan melakukan pekerjaan selain itu; dan Kami selalu menjaga mereka.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 82)

Jin-jin itu menyelam di laut, menggali mutiara, dan mengerjakan pekerjaan berat lainnya. Mukjizat ini menunjukkan kekuasaan Allah atas semua makhluk.

8. Wafatnya Nabi Sulaiman

Kematian Nabi Sulaiman pun menjadi mukjizat. Beliau wafat dalam keadaan berdiri, bersandar pada tongkatnya. Jin yang bekerja tidak menyadari hal itu hingga tongkat Nabi Sulaiman dimakan rayap dan tubuhnya roboh.

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ ٱلْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِۦٓ إِلَّا دَآبَّةُ ٱلْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُۥ

falammā qaḍainā ‘alaihil-mauta mā dallahum ‘alā mautihī illā dābbatul-arḍi ta’kulu minsā’atah

“Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka tentang kematiannya itu melainkan rayap bumi yang memakan tongkatnya.” (QS. Saba’ [34]: 14)

Kisah ini menegaskan bahwa tidak ada makhluk yang mengetahui hal gaib selain Allah — sebagaimana ayat tentang kematian juga menegaskan bahwa ajal adalah misteri yang hanya Allah ketahui.

Sumber: Liputan6

Artikel terkait lainnya