DEMOCRAZY.ID – Mukjizat Nabi Harun AS menjadi salah satu bukti akan kebesaran Allah SWT yang diberikan kepada para utusan-Nya.
Kisah-kisah Nabi Harun AS juga menjadi salah satu tema yang menarik untuk menjadi perhatian umat Islam karena berhubungan langsung dengan peran beliau dalam membantu dakwah Nabi Musa AS.
Apalagi sebagai kakak kandung Nabi Musa AS, beliau dianugrahi berbagai keajaiban yang menunjukan kebasaran Allah SWT.
Tidak hanya berfungsi sebagai tanda kenabian, Mukjizat Nabi Harun AS juga menjadi alat bantu dalam menyebarkan ajaran tauhid kepada manusia.
Setiap Mukjizat Nabi Harun AS memiliki hikmah dan pembelajaran yang mendalam bagi umat manusia.
Dari kemampuan berbicara hingga tanda-tanda lainnya, Mukjizat Nabi Harun AS menunjukan bahwa Allah SWT memberikan kelebihan khusus kepada Rasul dan Nabi-Nya untuk menjalankan misi dakwah.
Berikut ini telah Liputan6 rangkum berbagai Mukjizat Nabi Harun AS dan dalilnya, yang bisa menjadi pembelajaran tentang keteguhan hati, ketaatan kepada Allah SWT, dan pentingnya kerja sama dalam berdakwah, pada Selasa (2/12).
Salah satu Mukjizat Nabi Harun AS terbesar yang diberikan oleh Allah SWT, ialah kefasihannya dalam berbicara. Dimana sejak kecil, beliau sudah dikenal mampu menyampaikan pendapatnya secara jelas dan teratur, sehingga mudah dipahami oleh siapa pun yang mendengarkan.
Karunia ini menjadi alasan utama Allah SWT mengangkatnya sebagai pendamping Nabi Musa AS dalam menghadapi Fir’aun, yang terkenal keras kepala dan pandai berdebat. Dengan kemampuan komunikasinya yang baik, Nabi Harun AS bisa mendukung dakwah saudaranya dengan maksimal.
Kelebihan ini juga telah dijelaskan dalam banyak literatur Islam yang menegaskan bahwa perkataan Nabi Harus AS sulit untuk dipatahkan oleh lawan bicaranya.
Ketika Bani Israil menentang, kemampuan beliau dalam menjelaskan ajaran Allah SWT membuatnya mampu meredakan berbagai pertentangan.
Allah SWT juga menegaskan kemuliaan Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS dalam Al Quran melalui Surat Al Anbiya ayat 48 sampai 49:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ٱلْفُرْقَانَ وَضِيَآءً وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ وَهُم مِّنَ ٱلسَّاعَةِ مُشْفِقُونَ
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Al-Furqan (kitab yang membedakan antara yang haq dan yang bathil) dan cahaya, serta peringatan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka tanpa melihat-Nya, dan mereka merasa takut terhadap (hari) kiamat.”
Mukjizat Nabi Harun AS lainnya yang tidak kalah menakjubkan adalah ketika Bani Israil mengalami kebingungan dalam memilih pemimpin mereka, dalam situasi ini, perdebatan panjang pun tercipta di antara berbagai suku di antara mereka, karena masing-masing dari mereka merasa berhak dan pantas menjadi pemimpin.
Untuk menyelesaikan perselisihan ini, Allah SWT memberikan petunjuk melalui sebuah ujian yang melibatkan tongkat-tongkat para pemimpin suku.
Setiap pemimpin suku kemudian diminta untuk meletakkan tongkatnya di dalam tempat suci sebagai bentuk penyerahan diri kepada kehendak Allah SWT.
Keesokan harinya, terjadilah keajaiban dimana tongkat Nabi Harus AS bertunas, berbunga dan bahkan menghasilkan buah yang matang.
Sementara itu, tongkat-tongkat lainnya tetap dalam keadaan seperti semula tanpa adanya perubahan apapun. Mukjizat Nabi Harun AS ini menjadi tanda jelas bahwa Allah SWT telah memilih Nabi Harun AS untuk menjadi imam besar atau pemimpin spiritual Bani Israil.
Terdapat juga Mukjizat Nabi Harun AS yang unik dan menakjubkan, yaitu perubahan warna janggut Nabi Harun AS yang terjadi dalam situasi yang sangat emosional.
Peristiwa ini bermula ketika Nabi Musa AS pergi ke bukit Sinai selama 40 hari 40 malam untuk menerima wahyu Taurat dari Allah SWT.
Selama ketidakhadiran saudaranya tersebut, Nabi Harus AS diberi amanah untuk memimpin dan menjaga Bani Israil agar mereka tetap berada di jalan yang benar.
Namun, Samiri yang memiliki niat jahat memanfaatkan situasi tersebut untuk menyesatkan Bani Israil. Dia berhasil membuat patung lembu emas yang bisa mengeluarkan suara dan meyakinkan sebagian besar Bani Israil untuk menyembahnya.
Meskipun Nabi Harun AS telah berusaha keras mencegah dan memperingatkan mereka, namun usahanya tidak membuahkan hasil.
Kemudian ketika Nabi Musa AS sudah kembali dan melihat kaumnya menyembah berhala, beliau sangat marah dan menarik janggut Nabi Harun AS sebagai ungkapan kekecewaan.
Bagian janggut yang ditarik kemudian berubah warna menjadi putih, sementara yang tidak tetap hitam.
Meskipun tidak ada riwayat yang tercantum di Al Quran, namun banyak ulama yang menganggap kisah ini sebagai pesan moral mengenai bagaimana beratnya ujian yang dihadapi Nabi Harun AS ketika menghadapi Bani Israil.
Janggut dua warna itu menjadi simbol perjuangan dan kesabaran beliau untuk menegakkan kebenaran.
Kisah Mukjizat Nabi Harun AS juga terjadi pada saat menjelang wafatnya beliau, dimana Allah SWT memerintahkan Nabi Harun AS dan Nabi Musa AS untuk naik ke puncak gunung Hor (yang kini dikenal dengan gunung Harun) untuk menjalankan perintah ilahi yang terakhir.
Di puncak gunung tersebut, mereka kemudian menemukan pemandangan yang sangat aneh, namun juga menakjubkan.
Terdapat sebuah pohon yang sebelumnya tidak pernah mereka lihat, dengan sebuah bangunan rumah yang indah berada di bawahnya.
Rumah tersebut dilengkapi dengan ranjang berkasur yang sangat nyaman dan mengeluarkan aroma yang sangat harum serta menenangkan.
Nabi Harun AS merasa sangat kelelahan setelah perjalanan panjang tersebut tertarik untuk beristirahat di kasur yang nyaman itu.
Saat beliau berbaring dan mulai tertidur, ajal menjemputnya dengan damai dan dalam ketenangan.
Setelah roh nya berpulang kepada Allah SWT, terjadilah mukjizat yang lain, dimana pohon yang sempat mereka lihat mulai bergerak dengan sendirinya, rumah beserta kasur yang berisi jasad Nabi Harus AS terangkat ke atas dan semuanya naik menuju langit.
Peristiwa ini menjadi tanda kebesaran Allah SWT, serta menunjukan kemuliaan beliau sebagai seorang nabi yang teguh dalam dakwahnya.
Sumber: Liputan6