DEMOCRAZY.ID – Video penolakan rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Loceret, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, viral di media sosial setelah dibagikan akun Instagram @desa_loceret.
“Yang terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak H Prabowo Subianto.
Bapak Presiden Republik Indonesia yang kami cintai dan yang kami banggakan,” ucap salah satu petani di dalam video tersebut.
Warga menegaskan tidak menolak program pemerintah, namun mereka keberatan apabila pembangunan gerai koperasi dilakukan di atas lahan sawah produktif dan meminta agar lokasi pembangunan dipindahkan.
Mereka mempersoalkan letak lahan yang dinilai tidak strategis karena berada di tengah area persawahan, berada di jalan buntu yang menjadi satu-satunya akses pertanian, serta memiliki akses jalan selebar 2,3 meter dengan jarak sekitar 200 meter dari jalan raya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto, menyebut bahwa pihaknya telah mendengar video penolakan tersebut namun belum melakukan pengecekan langsung.
Terkait adanya penolakan ini, Judi menerangkan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan.
“Kami masih menunggu (arahan) dari pimpinan,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Anggota Satgas KDMP Kabupaten Nganjuk itu.
Menurut Judi, sebenarnya proses penentuan lokasi yang dipersoalkan warga telah melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).
Terkait status lahan, Judi menyebut kemungkinan besar merupakan tanah kas desa atau bengkok yang secara aturan sebenarnya enggak masalah untuk digunakan.
“Kalau kemungkinan besar itu kan bengkok toh, tanah kas desa. Nah, kalau tanah kas desa sebenarnya secara ini (aturan) kan ya enggak masalah,” jelas Judi.
Judi mendorong agar permasalahan ini segera diselesaikan lewat jalur mediasi agar situasi di desa tetap kondusif.
Ia menekankan bahwa seluruh tahapan pembangunan pada prinsipnya bertujuan mendukung program nasional tanpa merugikan pihak mana pun, termasuk dalam rencana pembangunan gerai KDMP di Desa Loceret.
“Skema (penyelesaian) kita harapannya kemarin itu ya mediasi,” terangnya, dilansir KOMPAS.
[VIDEO]