VIRAL! Evakuasi Banjir di Sumut Diduga Mendadak ‘Disetop’ Karena Kunjungan Pejabat

DEMOCRAZY.ID – Viral di media sosial sebuah video yang membuat publik naik darah.

Rekaman itu menampilkan momen ketika tim bantuan dan relawan yang tengah melakukan proses evakuasi pascabanjir di Desa Hutan Godang, Sumatera Utara.

Tiba-tiba harus menghentikan seluruh kegiatan. Alasannya membuat banyak orang geleng-geleng kawasan tersebut disebut harus steril karena adanya kunjungan pejabat negara.

Dalam video yang dibagikan seorang relawan, terlihat bagaimana mereka yang sedang sibuk mengevakuasi warga dan barang-barang justru diminta menyingkir sementara.

Sang perekam menyebut nama beberapa pihak terkait, termasuk disebut-sebut adanya kunjungan RI 2 serta pejabat lainnya.

Namun, yang membuat warganet makin geram adalah narasi bahwa “tidak boleh ada kegiatan dulu” demi kedatangan rombongan tersebut.

Tak butuh waktu lama, video itu langsung viral di berbagai platform. Warganet pun meledak dengan komentar pedas.

Banyak yang mempertanyakan, bagaimana mungkin proses penyelamatan korban banjir.

Yang jelas-jelas darurat dan membutuhkan kecepatan harus terhenti hanya demi penyambutan pejabat.

Video di Akhir Artikel

Di kolom komentar, sebagian netizen menumpahkan kekesalannya.

Ada yang menulis bahwa relawan sudah bekerja mati-matian tanpa henti, tetapi justru dipersulit dengan aturan dadakan seperti itu.

Bukan hanya dianggap tidak membantu, tindakan menghentikan proses evakuasi malah dinilai menghambat penyelamatan warga yang masih terdampak.

Komentar bernada geram terus bermunculan. Ada yang mengatakan bahwa dalam situasi bencana, prioritas seharusnya satu keselamatan masyarakat.

Jika benar kegiatan evakuasi dihentikan demi menyambut pejabat, maka wajar bila publik merasa kecewa dan marah.

Sebagian warganet bahkan menyebut kejadian itu sebagai potret nyata bagaimana birokrasi terkadang tidak peka terhadap kondisi lapangan.

Meski begitu, sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Belum dapat dipastikan apakah evakuasi benar-benar dihentikan karena protokol keamanan pejabat atau ada alasan lain yang belum diungkapkan.

Beberapa pihak juga mengingatkan agar masyarakat menunggu penjelasan lebih lanjut, mengingat video viral sering kali tidak menampilkan seluruh konteks kejadian.

Namun faktanya, rekaman tersebut terlanjur menyebar luas dan memancing reaksi publik.

Wajar saja, sebab dalam kondisi bencana, masyarakat sangat sensitif terhadap segala hal yang dianggap menghambat bantuan.

Apalagi ketika relawan yang bekerja tanpa pamrih justru harus berhenti karena alasan yang tidak masuk akal di mata banyak orang.

Kini warganet terus menunggu penjelasan dari pihak berwenang.

Sementara itu, video tersebut tetap menghiasi lini masa dengan berbagai komentar geram, sindiran.

Hingga ajakan agar prosedur penanganan bencana tidak lagi diwarnai drama yang tak perlu.

Bagi masyarakat yang melihat langsung atau sedang berjuang di lokasi banjir, kejadian seperti ini jelas menambah beban, bukan membantu.

[VIDEO]

Sumber: PojokSatu

Artikel terkait lainnya