Tentara Israel Culik dan Aniaya Ratusan Aktivis Global Sumud Flotila, Ada WNI?

DEMOCRAZY.ID – Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang tengah berlayar menuju Gaza, Palestina, mendapat intimidasi dan pencegatan dari militer Zionis Israel saat melintas di perairan internasional, tak jauh dari Yunani.

Belakangan, para aktivis dalam armada tersebut dilaporkan tidak hanya diculik, tetapi juga mengalami tindak kekerasan oleh Pasukan Zionis Israel (IOF).

Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Steering Committee GSF asal Indonesia, Maimon Herawati, Sabtu (2/5/2026) dini hari.

Menurut dia, hampir 179 aktivis yang berada di atas armada GSF menuju Gaza telah dibawa ke Pulau Kreta, Yunani, setelah kapal-kapal mereka disita pasukan Israel di perairan internasional.

“Memang betul bahwasanya terjadi penculikan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla. Hampir 179 orang yang diculik dan bawa ke perairan Yunani oleh tentara Israel,” kata Maimon dalam keterangannya.

Maimon juga mengungkapkan sebagian aktivis mengalami luka-luka usai mendapat tindak kekerasan brutal dari IOF.

Dari total korban, beberapa di antaranya bahkan harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Dari sejumlah itu, 34 luka-luka. Tiga di antaranya perlu dibawa ke rumah sakit yang lebih besar karena membutuhkan perawatan yang lebih serius. sisanya di rumah sakit yang kecil,” ujarnya lagi.

Dari foto dan video yang beredar, beberapa aktivis terlihat dipukul secara brutal oleh tentara Israel hingga mengalami luka lebam.

Sementara itu, dua orang lainnya masih ditahan di penjara Israel.

Dua aktivis yang dimaksud adalah Saif Abukeshek, warga negara Spanyol dan Swedia keturunan Palestina serta Thiago Ávila warga negara Brasil.

Keduanya hingga kini masih ditahan secara paksa dan dikabarkan dibawa ke Israel tanpa persetujuan mereka.

“Adapun rencana saat ini yang sedang menjadi fokus kami adalah eh berusaha mendesak pemerintah di berbagai negara untuk mendukung supaya dilepaskannya dua Steering Committee kami dari penculikan oleh Israel, yaitu Saif dan Thiago,” ucap Maimon lagi.

Lebih lanjut, Maimon memastikan delegasi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) berada dalam kondisi aman dan selamat.

Saat ini, mereka masih menjalani persiapan serta pelatihan jelang pelayaran menuju Gaza dari Marmaris, Turki.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan teman-teman kami yang luka mendapat perawatan, teman-teman kami yang masih diculik segera dilepaskan,” kata dia.

Semula, pada Rabu lalu, pasukan militer Israel mencegat kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla dari Barcelona, Spanyol, dengan menggunakan drone, teknologi pengacau komunikasi (jamming), serta tim penyerbu bersenjata untuk menghentikan armada kemanusiaan di tengah Laut Mediterania saat menuju Gaza.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya