Sengaja Dikerjain? Trump Dipaksa Mendongak, Trik Licik China Siapkan Sofa ‘Pendek’ di Beijing!

DEMOCRAZY.ID – Pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak hanya menghasilkan kesepakatan geopolitik yang berat.

Di luar ruang sidang, ruang digital global justru dihebohkan oleh kegaduhan luar biasa terkait detail visual kedua pemimpin.

Rekaman video pertemuan mereka di Beijing mendadak viral di berbagai platform media sosial, memicu perdebatan sengit di antara warganet mengenai apakah Donald Trump sengaja dibuat terlihat lebih pendek selama pembicaraan berlangsung.

Sorotan utama tertuju pada furnitur yang digunakan.

Dalam potongan video yang beredar luas, Xi Jinping tampak duduk di sofa yang sedikit lebih tinggi daripada sofa yang diduduki Trump.

Spekulasi liar pun langsung merebak di platform X dan jejaring sosial lainnya.

👇👇

Perang Narasi Siasat Meja Kursi

Bagi sebagian warganet, perbedaan tinggi sofa tersebut dinilai sebagai langkah diplomasi psikologis yang sengaja dirancang oleh Beijing.

“Sofa itu pasti dibuat khusus. Sofa yang diduduki Xi Jinping jelas lebih tinggi dari sofa Trump, padahal tinggi badan Trump 10 sentimeter lebih tinggi daripada Xi Jinping. PKC (Partai Komunis China) tidak pernah berhenti bersiasat bahkan untuk detail sekecil ini,” tulis salah satu pengguna X yang membagikan video tersebut.

Namun, narasi tersebut langsung dibenturkan oleh klaim dari kubu warganet lain yang menyodorkan kronologi berbeda.

Menurut versi ini, ketimpangan tinggi tersebut justru terjadi karena ulah Trump sendiri yang menolak protokol kenyamanan dari tuan rumah.

“Presiden China sebenarnya sudah mengukur secara presisi hingga hitungan sentimeter dengan menaruh bantal kecil di kursi Trump agar tinggi duduk mereka setara. Namun, Trump memerintahkan agar bantal itu disingkirkan… yang akhirnya membuat dia justru terlihat lebih pendek dari Presiden China saat duduk,” bantah unggahan viral lainnya.

Momen Rehat di Tangga ‘Great Hall of the People’

Kejelian warganet dalam menguliti gerak-gerik kedua pemimpin negara tidak berhenti di urusan sofa.

Video viral lain yang tidak kalah ramai memperlihatkan momen ketika Xi Jinping dan Donald Trump berjalan menaiki tangga di area Great Hall of the People.

Dalam video tersebut, Xi Jinping terlihat menghentikan langkahnya sejenak saat berjalan berdampingan dengan Trump.

Warganet kemudian mengaitkan gestur tersebut dengan kondisi fisik sang Presiden AS yang dinilai mulai kelelahan.

“Saat berjalan menaiki tangga menuju Great Hall of the People, Xi Jinping menyadari bahwa Trump tampak kelelahan di tangga. Karena itu, ia sengaja berhenti sejenak dan memberikan penjelasan singkat mengenai alun-alun di depan mereka, memberikan waktu bagi Trump untuk mengatur napas,” klaim sebuah narasi yang menyertai video tersebut.

Klaim Sepihak di Tengah Tensi Riil Taiwan dan Iran

Banjir memo, parodi, dan klip video di media sosial ini menjadi bumbu tersendiri dari lawatan historis Trump yang resmi berakhir pada Jumat waktu setempat.

Meski di dunia maya suasananya dipenuhi candaan dan perdebatan visual, realitas di meja perundingan tetap berjalan kaku dan penuh tekanan.

Sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One untuk meninggalkan China, Trump sempat mengklaim bahwa kunjungannya kali ini sukses menelurkan sejumlah kesepakatan bisnis yang signifikan antara kedua negara.

“Kami telah menyelesaikan banyak masalah berbeda yang orang lain tidak akan mampu menyelesaikannya,” ujar Trump optimis di hadapan wartawan pada hari kedua pertemuan.

Kendati demikian, pihak Beijing tetap memberikan batasan tegas kepada Washington.

Di balik keramahan diplomatik yang disuguhkan, pemerintah China secara terbuka memperingatkan AS agar tidak salah langkah dalam menangani isu sensitif terkait Taiwan, sekaligus melayangkan kritik tajam atas keterlibatan militer AS dalam perang di Iran yang sempat mengacaukan stabilitas global.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya