Hubungan Prabowo-Gibran Memanas? Edy Mulyadi Cium Gelagat Manuver Politik Berbahaya!

DEMOCRAZY.ID – Wartawan senior Edy Mulyadi menyoroti dinamika hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam tayangan yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya pada Senin (29/6/2026), Edy menyampaikan pandangannya mengenai kondisi politik nasional yang menurutnya memperlihatkan arah yang tidak lazim dalam hubungan Presiden dan Wakil Presiden.

Mengawali paparannya, Edy memberi judul tayangan tersebut “Pasangan yang Aneh: Gibran Makin Pintar dan Berbahaya.”

Menurutnya, secara ideal Presiden dan Wakil Presiden seharusnya bekerja dalam satu irama untuk mengabdi kepada negara dan rakyat.

“Presiden Prabowo dan Wapres bisa disebut pasangan paling aneh. Mereka harusnya saling bekerja sama mengabdi pada negeri dan rakyat Indonesia. Tapi faktanya, keduanya seperti aktor di panggung yang sama tetapi memiliki skenario berbeda,” ujar Edy.

Dalam analisanya, Edy menilai Presiden Prabowo menjadi sasaran berbagai kritik terkait sejumlah persoalan nasional, mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pelemahan nilai tukar rupiah, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kenaikan harga kebutuhan pokok dan persoalan distribusi bahan bakar minyak.

Di sisi lain, Edy berpendapat Wakil Presiden Gibran relatif tidak banyak dikaitkan dengan berbagai persoalan tersebut.

Ia menilai Gibran justru aktif melakukan berbagai kegiatan di masyarakat, seperti menerima kelompok mahasiswa serta menyalurkan bantuan sosial.

Menurut Edy, kondisi tersebut bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan bagian dari manuver politik yang sedang berlangsung.

Ia juga mengaitkan situasi itu dengan aktivitas Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang belakangan melakukan kunjungan ke berbagai daerah, yang menurutnya sekaligus menjadi momentum memperkenalkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Lebih lanjut, Edy berpendapat tekanan terhadap pemerintahan Prabowo juga berasal dari kelompok oligarki yang, menurut klaimnya, merasa kepentingan ekonominya terganggu akibat sejumlah kebijakan pemerintah.

“Mereka berkongsi menjatuhkan Prabowo. Secepatnya,” kata Edy dalam tayangan tersebut.

Pernyataan tersebut merupakan analisis dan pandangan pribadi Edy Mulyadi yang disampaikan melalui kanal YouTube miliknya, serta belum tentu mencerminkan fakta yang telah terverifikasi.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden Joko Widodo maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam paparan tersebut terkait berbagai pernyataan dan dugaan yang disampaikan Edy Mulyadi.

Sumber: JakartaSatu

Artikel terkait lainnya