Bikin Merinding! Video Lawas BJ Habibie Soal Pelemahan Rupiah Viral Lagi, Isinya Benar-Benar Jadi Kenyataan

DEMOCRAZY.ID – Pernyataan lawas, B.J Habibie terkait pelemahan nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan pengguna media sosial.

Dalam video yang beredar di media sosial, Habibie yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI menanggapi pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 16.000 per dolar.

Habibie saat itu mengatakan bahwa pemerintah tengah berupaya keluar dari krisis tersebut.

Ia juga optimis Indonesia mampu bangkit dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Tapi faktanya adalah kita sedang berusaha keluar dari masalah ini dan jika kita keluar dari masalah ini, kita akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena kita akan belajar dari kesalahan-kesalahan kami dan juga dari kesalahan yang lain,” kata dia dikutip dari potongan video yang diunggah di akun Instagram @aboutnusa, Senin 18 Mei 2026.

Habibie juga menegaskan bahwa setiap persoalan harus dihadapi dan diselesaikan.

Dia juga menyebut bahwa waktu merupakan hal yang sangat berharaga sehingga tidak boleh disia-siakan.

“Dan hal terbaik untuk meyakinkan bahwa kamu berubah jika kamu harus menghadapi masalah itu dan jika kamu harus menyelesaikan dan memang waktu adalah uang. Oleh karena itu, kita tidak diperbolehkan untuk membuang waktu kita,” kata dia.

Habibie juga sempat memperkirakan waktu yang dibutuhkan Indonesia untuk memulihkan kondisi ekonomi saat itu.

“Saya pikir ini akan memakan waktu dua hingga tiga tahun hingga kita kembali lagi dalam kecepatan penuh. Tapi hal yang paling penting adalah kita harus keluar dalam minggu-minggu selanjutnya atau bulan-bulan selanjutnya. Dari yang kalian sebut minimum, kita hanya kembali sekarang,” kata dia.

Pemerintah saat itu, kata Habibie memiliki komitmen kuat untuk memulihkan kondisi ekonomi nasional.

Namun kata dia upaya tersebut tetap harus berjalan sesuai dengan konstitusi agar tidak memicu ketidakstabilan sosial dan politik.

“Saya pikir pemerintah Indonesia harus berkomitmen untuk membawanya kembali. Tapi tentu tanpa mengabaikan konstitusi Indonesia yang ada. Jika tidak kita tidak bisa membawanya lebih baik sama sekali dan mendapatkan ketidakstabilan sosial politik. Itu buruk,” kata dia.

Pernyataan lawas Habibie ini ramai diperbincangkan di media sosial menyusul dengan pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto akhir pekan lalu terkait dengan pelemahan rupiah.

“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” kata dia Sabtu 16 Mei lalu saat melakukan peresemian Museum Marsinah di Nganjuk Jawa Timur.

Prabowo menyebut bahwa pelemahan nilai tukar rupiah paling berdampak bagi mereka yang sering bepergian ke luar negeri serta para pengusaha.

Dalam pidatonya itu, dia berharap masyarakat tetap percaya pada kekuatan ekonomi nasional.

“Yang pusing itu yang suka keluar negeri, pengusaha. Percalah ekonomi kita kuat. Fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita,” kata dia.

👇👇

Sumber: VIVA

Artikel terkait lainnya