KPUD Solo Musnahkan Arsip, Makin Menguatkan Pernyataan Politikus PDIP ‘Jokowi Tak Pernah Mengaku Alumni UGM Selama Jabat Wali Kota’

DEMOCRAZY.ID – Fakta persidangan Komisi Informasi terkait ijazah Jokowi mengungkap kabar terbaru yang semakin membuat publik curiga.

Pasalnya, dalam persidangan tersebut, KPUD Solo yang dicecar pertanyaan oleh Ketua Majelis Sidang Komisi Informasi, Rospita Vici Paulyn, justru semakin mengungkap kejanggalan.

Perwakilan KPUD Solo menyebut bahwa berkas dokumen Jokowi saat daftar wali kota telah dimusnahkan.

Pernyataan itu membuat Ketua Sidang tampak emosi.

Pasalnya, dokumen penting tersebut tak boleh dimusnahkan karena masih ada kemungkinan disengketakan.

Sejumlah pihak menilai, apa yang disampaikan KPUD Surakarta semakin menguatkan adanya konspirasi besar untuk menutupi kejanggalan ijazah mantan Presiden Jokowi.

Seperti yang disampaikan advokat Petrus Salestinus. Dia menilai ada upaya sistematis yang melibatkan pihak tertentu.

“Ada konspirasi besar, bahkan di dalam kaitannya dengan pemusnahan dokumen,” kata Petrus dikutip pada Selasa (18/11/2025).

Petrus bahkan menyebut ada kesengajaan membuat aturan baru yang berpotensi untuk mengakomodasi pemusnahan dokumen tertentu.

“Jangan-jangan peraturan KPU nomor 17 tahun 2023 ini dikeluarkan untuk pemusnahan dokumen itu demi melindungi Jokowi,” imbuhnya.

Pemusnahan arsip yang dilakukan KPUD Solo ini pun dinilai semakin menguatkan pernyataan aktivis dan politisi senior Beathor Suryadi beberapa waktu lalu.

Diketahui, pada pertengahan September 2025 lalu, Beathor blak-blakan mengungkap gelar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dia menegaskan Jokowi tak pernah mengaku sebagai alumni UGM selama menjabat wali kota Solo.

Beathor saat itu mengaku mendapat data baru terkait ijazah Jokowi.

Ijazah yang digunakan Jokowi untuk mendaftar sebagai calon wali kota Solo milik sepupunya, Dumatno Budi Utomo.

“Jadi saya baru dapat data ijazah yang dipakai Jokowi untuk maju ke wali kota itu adalah ijazahnya milik Dumatno, lulusan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta,” ungkap Beathor dalam program Rakyat Bersuara bertajuk ‘Digugat Lagi, Jokowi: Ada yang Back Up’ di iNews, Selasa (16/9/2025) lalu.

Selama menjabat wali kota Solo, kata dia, Jokowi tidak pernah menyatakan sebagai lulusan UGM.

Selain itu, UGM pun kala itu tidak pernah menyatakan Jokowi sebagai alumninya.

“Dia tidak pernah menyatakan dia orang UGM. Dia tidak pernah sama sekali, dan UGM pun tidak pernah menyatakan itu alumninya yang menjadi wali kota, gak ada,” tutur dia.

Beathor menuturkan, Jokowi menggunakan gelar doktorandus semasa menjabat sebagai wali kota Solo.

Hal itu dibuktikannya dengan foto yang beredar di media sosial saat Jokowi berkunjung ke PT Sri Rejeki Isman (Sritex).

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya