Penyedia MBG di China Dipenjara 15 Tahun Akibat Kasus Siswa Keracunan Massal!

DEMOCRAZY.ID – Pengadilan di China menjatuhkan hukuman penjara 15 tahun kepada Zhu Jinglin, kepala sekolah eksekutif sebuah taman kanak-kanak, dalam kasus penyajian makanan beracun yang menyebabkan 247 anak prasekolah memiliki kadar timbal sangat tinggi dalam darah.

Kasus tersebut terungkap setelah pemeriksaan terhadap ratusan anak di Taman Kanak-Kanak Heshi Peixin, Distrik Maiji, Provinsi Gansu, pada 2025.

Selain Zhu, lima orang lainnya juga dijatuhi hukuman karena terlibat dalam kasus tersebut, termasuk penanggung jawab taman kanak-kanak yang dihukum penjara seumur hidup.

Kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan pada Jumat (16/10/2026), Pengadilan Rakyat Menengah Kota Lanzhou menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Li Huifang, penanggung jawab taman kanak-kanak tersebut.

Pengadilan menyatakan Li bersama Zhu Jinglin memerintahkan dan mengatur penambahan zat beracun ke dalam makanan yang disajikan kepada anak-anak dan staf sekolah.

Tindakan itu dilakukan untuk membuat makanan terlihat lebih berwarna dan menarik sehingga dapat menunjang kepentingan pemasaran lembaga pendidikan tersebut.

Dalam putusan yang sama, Li juga dicabut hak-hak politiknya seumur hidup.

Selain itu, harta benda pribadinya senilai 500.000 yuan atau sekitar Rp1,3 miliar disita.

Sementara itu, Zhu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar 300.000 yuan atau sekitar Rp809 juta.

Pengadilan juga menjatuhkan hukuman kepada empat pekerja dapur yang melaksanakan perintah penambahan zat beracun tersebut, dengan masa penjara masing-masing antara enam hingga delapan tahun serta denda.

Kasus ini menjadi perhatian karena makanan yang terkontaminasi dilaporkan telah disajikan secara berulang selama lebih dari satu tahun.

Berdasarkan laporan investigasi tingkat provinsi yang diterbitkan pada Juli 2025, kudapan yang mengandung zat beracun tersebut diberikan kepada anak-anak dan staf sekolah setiap bulan sejak Mei 2024.

Paparan zat berbahaya itu berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang sebelum kasus tersebut terungkap dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Hasil pemeriksaan terhadap 251 anak menunjukkan bahwa 247 di antaranya memiliki kadar timbal dalam darah yang sangat tinggi.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa hampir seluruh anak yang menjalani pemeriksaan mengalami paparan timbal dalam jumlah yang mengkhawatirkan.

Kondisi ini memicu penyelidikan terhadap makanan yang disajikan di taman kanak-kanak tersebut, termasuk dugaan penambahan zat beracun yang dilakukan untuk mengubah tampilan kudapan.

Paparan timbal menjadi persoalan serius, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

Zat tersebut dapat berdampak pada berbagai fungsi tubuh, termasuk perkembangan otak dan sistem saraf.

Risiko kesehatan bergantung pada tingkat paparan, durasi, serta kondisi masing-masing anak.

Karena itu, temuan kadar timbal yang sangat tinggi pada ratusan anak mendorong perlunya pemeriksaan dan penanganan medis terhadap seluruh anak yang terdampak.

Seluruh anak yang teridentifikasi mengalami paparan telah mendapatkan penanganan, baik melalui perawatan di rumah sakit maupun intervensi nutrisi di rumah.

Menurut laporan yang tersedia, hingga 20 Juli 2025, sebagian besar anak telah menyelesaikan tahap pertama perawatan dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Meski demikian, penanganan paparan timbal dapat memerlukan pemantauan lanjutan sesuai kondisi kesehatan masing-masing anak.

Artikel terkait lainnya