IPO Menyurvei Kepuasan Publik Terhadap Prabowo dan Gibran, Bedanya Jauh Banget!

DEMOCRAZY.ID – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil surveinya tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dari survei bertajuk Satu Tahun Pemerintahan: Evaluasi dan Catatan Publik itu terungkap bahwa ada perbedaan mencolok antara tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo dengan Gibran.

Menurut hasil survei IPO, sebanyak 67 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo selama setahun memimpin Indonesia sejak 20 Oktober 2024.

“Publik melihat Presiden Prabowo sebagai sosok yang tegas, berwibawa, dan konsisten dalam menjalankan program prioritas,” kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah saat memaparkan hasil surveinya, Selasa (21/10).

Di luar 67 persen itu, ada 19 persen responden yang merasa cukup dengan kinerja Prabowo selama setahun menjabat Presiden RI.

Namun, survei IPO juga mengungkap tingkat ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Prabowo mencapai 14 persen.

Kondisi ekonomi yang makin sulit hingga harga sembako mahal membuat responden merasa tidak puas terhadap kinerja Presiden ke-8 RI itu.

Survei IPO juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wapres RI Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Dedi, tingkat kepuasan itu tidak dalam kapasitas menguji persepsi publik atas kinerja Gibran karena wapres tidak memiliki kewenangan melekat, terkecuali melaksanakan tugas presiden.

“Pertanyaan ini hanya mengukur seberapa puas publik dengan keberadaan Wakil Presdien Gibran Rakabuming Raka dalam mendampingi Presiden Prabowo Subianto,” kata Dedi.

Temuan IPO menyatakan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gibran sebagai Wapres RI hanya sebesar 29 persen.

“Dari sisi angka cenderung rendah, gabungan tren kepuasan hanya berada di angka 29 persen,” ujar Dedi.

Adapun responden yang merasa cukup dengan kinerja Gibran sebagai Wapres RI mencapai 34 persen.

Di luar itu ada 37 persen responden yang mengaku tidak puas.

“Berbeda cukup mencolok dengan tingkat kepuasan pada Presiden Prabowo Subianto,” kata Dedi.

Survei IPO yang dilaksanakan pada 9-17 Oktober 2025 itu melibatkan 1.200 responden berusia minimal 17 tahun yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Jumlah responden perempuan dan laki-laki dalam survei itu sebanding, yakni 50 persen :50 persen.

Survei dengan metode stratified multistage random sampling (SMRS) itu memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: JPNN

Artikel terkait lainnya