DEMOCRAZY.ID – Dalam ajaran Islam, kemunculan Dajjal merupakan salah satu dari sepuluh tanda besar (kubra) menjelang hari kiamat.
Sosok ini dikenal sebagai pembawa fitnah terbesar yang akan menguji keimanan manusia di akhir zaman.
Karena besarnya fitnah tersebut, Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umat Islam untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan Dajjal.
Berdasarkan berbagai riwayat, Dajjal akan muncul dari wilayah antara Syam dan Irak. Setelah itu, ia akan berkeliling ke berbagai penjuru bumi selama 40 hari untuk mengajak manusia kepada kesesatan.
Meski demikian, Allah SWT telah menetapkan beberapa tempat suci yang tidak akan bisa dimasukinya.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi, disebutkan bahwa:
وَإِنَّهُ سَيَظْهَرُ عَلَى الْأَرْضِ كُلَّهَا إِلَّا الْحَرَمَيْنِ وَبَيْتَ الْمَقْدِسِ
Artinya: “Sesungguhnya Dajjal akan menjelajahi seluruh bumi, kecuali dua tanah haram (Makkah dan Madinah) serta Baitulmaqdis.”
Berdasarkan hadis tersebut, ulama menafsirkan bahwa ada empat tempat yang dijaga para malaikat agar tidak bisa dimasuki Dajjal.
Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
Makkah merupakan kota suci yang di dalamnya terdapat Masjidil Haram.
Dajjal tidak akan mampu memasuki kota ini karena setiap pintu masuk dan jalan menuju Makkah dijaga oleh para malaikat atas perintah Allah SWT.
Sebagaimana Makkah, Kota Madinah juga berada dalam perlindungan Allah SWT. Kota yang menjadi tempat berdirinya Masjid Nabawi dan makam Rasulullah SAW ini tidak akan dapat dimasuki oleh Dajjal.
Masjidil Aqsa di Baitulmaqdis, Palestina, juga termasuk tempat suci yang tidak dapat dijangkau oleh Dajjal.
Masjid ini merupakan salah satu dari tiga masjid yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Masjid Ath-Thuur yang terletak di kawasan Gunug Tursina juga disebut-sebut sebagai lokasi yang tidak bisa dimasuki Dajjal.
Sebab, gunung ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi lokasi Nabi Musa AS dalam menerima wahyu dan berbicara dengan Allah SWT.
Meskipun mengetahui bahwa Madinah berada dalam perlindungan Allah SWT, Dajjal tetap berusaha mendekati kota tersebut.
Dalam riwayat disebutkan, Dajjal bersama para pengikutnya datang dari arah Gunung Uhud.
Namun, ketika hendak memasuki Madinah, ia mendapati seluruh jalan masuk dijaga oleh para malaikat yang membawa pedang terhunus.
Karena tidak mampu menembus penjagaan tersebut, Dajjal akhirnya mendirikan kemah di kawasan Sabkhah al-Harf, sebuah dataran berpasir yang tandus.
Dari tempat itu, Dajjal menunjuk ke arah Masjid Nabawi dan berkata kepada para pengikutnya bahwa bangunan putih yang terlihat adalah “Masjid Ahmad”.
Setelah itu, Allah SWT mengguncangkan Kota Madinah sebanyak tiga kali. Peristiwa yang dikenal sebagai Yaumul Khalash (Hari Pembersihan) ini menjadi ujian bagi penduduk Madinah.
Orang-orang munafik, fasik, dan musyrik akan keluar dari kota lalu bergabung dengan Dajjal, sedangkan yang tetap bertahan hanyalah kaum mukmin yang teguh imannya.
Peristiwa tersebut dijelaskan dalam hadis berikut ini:
يَوْمُ الْخَلَاصِ، وَمَا يَوْمُ الْخَلَاصِ؟ … يَجِيءُ الدَّجَّالُ فَيَصْعَدُ أُحُدًا فَيَنْظُرُ الْمَدِينَةَ فَيَقُولُ لِأَصْحَابِهِ أَتَرَوْنَ هَذَا الْقَصْرَ الْأَبْيَضَ هَذَا مَسْجِدُ أَحْمَدَ ثُمَّ يَأْتِي الْمَدِينَةَ فَيَجِدُ بِكُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكًا مُصْلِتًا فَيَأْتِي سَبْخَةَ الْحَرْفِ فَيَضْرِبُ رُوَاقَهُ ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَلَا يَبْقَى مُنَافِقٌ وَلَا مُنَافِقَةٌ وَلَا فَاسِقٌ وَلَا فَاسِقَةٌ إِلَّا خَرَجَ إِلَيْهِ فَذَلِكَ يَوْمُ الْخَلَاصِ
Artinya: “Hari Pembersihan, tahukah kalian apakah Hari Pembersihan itu?… Dajjal datang lalu naik ke Gunung Uhud dan memandang Kota Madinah.
Ia berkata kepada para pengikutnya, ‘Apakah kalian melihat bangunan putih itu? Itulah Masjid Ahmad.’
Kemudian ia mendatangi Madinah, tetapi mendapati setiap jalan masuk dijaga oleh malaikat yang menghunus pedang.
Lalu ia menuju Sabkhah al-Harf dan mendirikan kemahnya di sana.
Setelah itu Madinah berguncang tiga kali sehingga tidak ada seorang munafik ataupun fasik yang tetap tinggal, melainkan mereka keluar menuju Dajjal. Itulah yang disebut Hari Pembersihan.” (HR. Ahmad)
Setelah gagal memasuki Madinah, Dajjal akan bergerak menuju wilayah Syam.
Di sanalah perjalanan dan fitnah besarnya akan berakhir, karena ia akan dibunuh oleh Nabi Isa AS atas izin Allah SWT.