Bukan Orang Sembarangan! Ini Sosok Guru Al-Quran Masjid Nabawi Yang Bikin Takjub Karena Kuasai 34 Bahasa Dunia

DEMOCRAZY.ID – Di tengah derasnya arus digitalisasi dakwah Islam, sosok Utsman Muhammad al-Abbasi muncul sebagai figur inspiratif yang menjembatani pembelajaran Alquran lintas bangsa dan bahasa.

Kiprahnya tidak hanya menunjukkan keluasan ilmu, tetapi juga dedikasi luar biasa dalam menyebarkan nilai-nilai Alquran ke seluruh penjuru dunia.

Utsman Muhammad al-Abbasi, salah satu guru Alquran dari 467 pengajar pria dan wanita di Halaqah Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, bisa berbicara dengan 34 bahasa, menyampaikan pelajaran Alquran setiap hari secara online kepada murid-muridnya yang telah mencapai 32.773 murid pria dan wanita dari 166 negara.

Fenomena itu menjadi bukti nyata bahwa dakwah Islam kini tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, halaqah Alquran di Masjid Nabawi mampu menjangkau umat Islam dari berbagai latar belakang budaya dan geografis.

Hal tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana lembaga keislaman klasik mampu beradaptasi dengan era modern tanpa kehilangan esensi spiritualnya.

Kemampuan Utsman dalam menguasai 34 bahasa bukan hanya sekadar prestasi intelektual, melainkan juga menjadi sarana efektif dalam membangun kedekatan emosional dengan para murid dari berbagai negara.

Bahasa, dalam konteks ini, menjadi jembatan dakwah yang memperkuat pemahaman Alquran secara lebih mendalam dan personal.

Program halaqah ini juga mencerminkan komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam mengembangkan pendidikan Alquran berbasis global.

Dengan jumlah murid yang mencapai puluhan ribu dari 166 negara, pembelajaran ini telah menjadi salah satu model dakwah internasional yang patut dicontoh.

Bagi masyarakat yang ingin turut serta dalam program pembelajaran Alquran ini, dapat mendaftar melalui platform resmi berikut: Platform Halaqah Al-Qur’an Internasional.

Kehadiran program itu membuka peluang luas bagi umat Islam di seluruh dunia untuk belajar langsung dari para pengajar berkompeten di Masjid Nabawi, tanpa harus hadir secara fisik di Madinah.

Di era globalisasi ini, sosok seperti Utsman Muhammad al-Abbasi menjadi simbol bahwa dakwah Islam yang inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi mampu menjangkau lebih luas, menyatukan umat dalam cahaya Alquran.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya