

DEMOCRAZY.ID – Presiden China Xi Jinping ternyata bukan mengajak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke taman biasa.
Taman bernama Zhongnanhai itu ternyata salah satu tempat paling rahasia di China.
Terlihat Trump dan Xi Jinping didampingi dua penerjemah saat berkeliling taman pada Jumat (15/5/2026).
Kepada penerjemah, Trump terdengar hendak memastikan apakah hanya dirinya pemimpin asing yang bisa memasuki taman Zhongnanhai.
Karena kerahasiannya Zhongnanhai kerap disebut Secret Garden atau Taman Rahasia.
Taman itu merupakan lokasi paling rahasia dan penting secara politik di China.
Letaknya tersembunyi di balik tembok merah berusia berabad-abad di dekat Kota Terlarang Beijing, Zhongnanhai sering digambarkan sebagai “taman rahasia” China dan pusat kekuasaan sebenarnya bagi kepemimpinan Partai Komunis negara itu.
👇👇
Lihat postingan ini di Instagram
Kompleks yang dijaga ketat itu jarang membuka gerbangnya untuk para pemimpin asing, sehingga kunjungan Trump sangat simbolis selama KTT diplomatik AS-Tiongkok yang sedang berlangsung.
Zhongnanhai adalah kompleks pemerintahan dan perumahan yang luas yang terletak di pusat Beijing, tepat di sebelah Kota Terlarang.
Saat ini, kompleks ini berfungsi sebagai markas besar kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok dan kediaman beberapa pejabat tinggi, termasuk Xi Jinping.
Nama Zhongnanhai berasal dari dua danau yang terletak di dalam kompleks tersebut, Zhonghai dan Nanhai, yang dikelilingi oleh taman, kuil, jembatan, dan bangunan bersejarah.
Dimuat The Reuters bekas taman kekaisaran itu kini menjadi kantor Partai Komunis yang berkuasa dan dewan negara, atau kabinet Tiongkok.
Selain itu kompleks ini berdekatan dengan landmark terkenal ibu kota, Kota Terlarang, dan di dekat Lapangan Tiananmen.
Usia taman yang tua membuat rata-rata pohon di sana berusia 200 hingga 300 tahun.
Bahkan ada pohon yang berusia 1000 tahun.
Kepada Trump, Xi Jinping pun mengungkapkan tidak seluruh kepala negara diajaknya berkeliling ke taman ini.
Adapun yang pernah diajak ke taman ini yakni sekutu dekat China yakni Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Sangat jarang ada pemimpin negara lain ke sini” jawab Xi.
“Awalnya, kami biasanya tidak mengadakan acara diplomatik di sini. Bahkan setelah kami mulai mengadakan beberapa acara, itu masih sangat jarang. Misalnya, Putin pernah ke sini.”
Sumber: Tribun