Skandal Bro Ron PSI Makin Panas! Niat Memenjarakan Malah Dipolisikan Balik, Drama Hukum Dimulai

DEMOCRAZY.ID – Kasus dugaan penganiayaan terhadap Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia Ronald A Sinaga alias Bro Ron, memasuki babak baru.

Dua pemuda yang sebelumnya ditangkap kini melaporkan balik korban ke polisi.

Laporan tersebut diajukan ke Polsek Metro Menteng dengan tuduhan penganiayaan.

Salah satu pelapor berinisial I mengaku dirinya justru menjadi korban lebih dahulu dalam insiden yang terjadi di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia menyebut sempat terjadi cekcok sebelum insiden fisik, dan mengeklaim Bro Ron melakukan pemukulan terlebih dahulu serta mengeluarkan ucapan yang dianggap tidak pantas.

“Saya dipukul lebih dahulu dan mendapat ucapan yang tidak pantas,” ujar I seusai menjalani pemeriksaan, Selasa (5/5/2026).

I menjelaskan, tindakan balasan yang dilakukan dirinya bersama rekannya berinisial R merupakan reaksi spontan dalam situasi yang memanas.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan direncanakan, melainkan bentuk pembelaan diri atas dugaan kekerasan yang lebih dulu terjadi.

Ia juga menyoroti video kejadian yang beredar di media sosial.

Menurutnya, rekaman tersebut tidak menampilkan kronologi secara utuh dan berpotensi membentuk opini yang keliru.

“Video yang viral hanya potongan, sehingga kami langsung dianggap pelaku bayaran,” katanya.

Pihak pelapor juga menyebut salah satu rekannya mengalami luka pada bagian lengan setelah diduga terkena lemparan kursi dalam insiden tersebut.

Kedua pelapor meminta aparat kepolisian bersikap objektif dalam menangani perkara ini.

Mereka mendorong agar rekaman CCTV di lokasi kejadian dibuka serta seluruh saksi diperiksa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengungkap kronologi secara menyeluruh dan menghindari kesimpulan sepihak.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami laporan dari kedua belah pihak.

Sejumlah alat bukti tengah dikumpulkan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video insiden tersebut tersebar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.

Artikel terkait lainnya