DEMOCRAZY.ID – Majalah terkemuka Inggris The Economist telah memilih Suriah sebagai “Country of the Year 2025” (Negara Terbaik Tahun 2025), sebagai bagian dari tradisi tahunannya yang berfokus pada negara yang mengalami peningkatan terbesar sepanjang tahun.
Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, Suriah mencatatkan lompatan dramatis yang jarang terjadi dalam sejarah negara pasca-konflik.
Setelah berada di jurang kehancuran akibat perang, negeri ini kini bertransformasi menjadi simbol harapan dan pemulihan tercepat di dunia pada tahun 2025.
Majalah The Economist menobatkan Suriah sebagai “Country of the Year 2025”. Predikat ini diberikan karena Suriah mencatat perbaikan terbesar di antara semua negara.
Laporan tersebut menekankan bahwa kehidupan sehari-hari masyarakat kini jauh lebih aman dan bebas dari rasa ketakutan, yang memicu kepulangan jutaan pengungsi ke tanah air.
Organisasi Reporters Without Borders (RSF) melaporkan bahwa Suriah melonjak 36 peringkat dalam Indeks Kebebasan Pers 2026, dari posisi ke-177 ke 141.
Ini merupakan pencapaian tertinggi di dunia untuk tahun ini, dengan kemajuan signifikan di berbagai pilar:
Perubahan besar ini terjadi menyusul transisi politik setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024.
Baca laporan lengkap RSF: https://rsf.org/en/2026-rsf-index-press-freedom-25-year-low
Pertumbuhan Ekonomi dan Masa Depan
Meskipun Bank Dunia awalnya hanya memproyeksikan pertumbuhan PDB sebesar 1% pada 2025, realisasinya melampaui ekspektasi. Hal ini didorong oleh stabilitas keamanan yang lebih awal dan kontribusi ekonomi dari para pengungsi yang kembali.
Sumber Bank Dunia: https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2025/07/07/-new-world-bank-report-highlights-syria-s-economic-challenges-and-recovery-prospects-for-2025
Hanya dalam waktu satu setengah tahun, Suriah berhasil membalikkan tren negatif yang telah berlangsung selama satu dekade.
Meski tantangan seperti rekonstruksi infrastruktur dan pemberantasan korupsi masih besar, momentum kebangkitan ini memberikan harapan baru.
Dunia internasional kini melihat Suriah sebagai contoh sukses pemulihan pasca-konflik yang luar biasa.