Kritik Pedas Dari Petamburan! Habib Rizieq Sebut Prabowo Terpengaruh ‘Jenderal Baliho’ Saat Bicara Yaman, Sinyal Retaknya Hubungan?

DEMOCRAZY.ID – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menyorot pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyeret-nyeret negara Yaman.

Pernyataan yang dimaksud ialah pernyataan kepala negara saat menanggapi soal narasi Indonesia gelap.

Dalam pernyataannya, Prabowo kemudian menyinggung Yaman saat bicara ihwal pihak yang ingin kabur dari Indonesia.

Menurut Rizieq, pernyataan Prabowo tersebut tidak serta merta berdiri sendiri. Melainkan ada dasar yang menjadi latar belakang.

Rizieq menduga Prabowo terpengaruh dengan sejumlah pihak yang kini menjadi pembantu serta penasihatnya di pemerintahan.

Padahal menurut Rizieq, Prabowo tidak pernah menyinggung hal serupa selama memimpin.

“Gara-gara apa tu itu? punya teman jelek Saudara. 1 tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?” kata Rizieq sebagaimana tayangan video di akun YouTube OfficialIslamicBrotherhoodTV, sebagaimana dilihat Senin (4/5/2026).

Rizieq menyoroti pertemuan Prabowo sebelumnya dengan orang yang ia sebut sebagai menteri segala urusan pada era presiden sebelumnya.

“Dulu kan yang bicara begitu bukan presiden, ada menteri segala urusan tahu kan?” kata Rizieq

“Dipanggil lagi ditemuin diajak ngobrol ada apa? Nular saudara,” sambung Rizieq.

Rizieq merasa pernyataan Prabowo tersebut tidak terlepas dari pertemuan Prabowo dengan tokoh yang ia sebut menteri segala urusan.

“Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri,” ujar Rizieq.

Bukan soal pernyataan tersebut. Rizieq menyoroti istilah Yaman yang dikeluarkan Prabowo beriringan dengan pernyataan sebelumnya.

“Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar Saudara?” kata Rizieq.

Menurut Rizieq, Prabowo mengekuarkan kata Yaman karena terpengaruh dengan seseorang yang ia sebut Jenderal Baliho.

“Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara, sudah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara,” kata Rizieq.

Rizieq mempertanyaakan mengapa Prabowo mengangkat Jenderal Baliho sebagai penasihat. Padahal, Rizieq menduga ada keterkaitan dengan kasus KM 50

“Jenderal Baliho ini Saudara diduga kuat dengan bukti-bukti yang kita miliki indikasi-indikasi yang sudah kita kumpulkan, Saudara. Satu, langsung atau tidak langsung dia terlibat dalam tragedi KM 50. Setidaknya dia ikut siaran pers yang penuh kebohongan bersama Kapolda Metro Jaya saat itu dengan bukti-bukti palsu dengan pestol palsu, peluru palsu Saudara, semuanya serba palsu,” tutur Rizieq.

Selain itu, Rizieq menduga adanya keterlibatan Jenderal Baliho dengan kasus begal nasab.

“Ini orang bermasalah dalam KM 50, dalam urusan adu domba anak bangsa, dalam urusan menghina para habaib. Saudara, kenapa diangkat jadi penasihat presiden?” kata Rizieq.

“Pantes saja presiden bilang pergi sono ke Yaman karena Jenderal Bariho ini memang benci Yaman,” sambungnya.

Rizieq berpandangan istilah Yaman tersebut secara tidak sadar disampaikan Prabowo karena sudah terpengaruh lebih dahulu.

“Ada yang bilang, ‘Habib ini bapak presiden terpeleset. Saya percaya terpeleset tapi kenapa bisa terpeleset? Habis ngobrolnya sama orang yang anti Yaman, bagaimana enggak terpeleset?’,” kata Rizieq.

“Jadi begitu ngomong ingat tuh sudah kedoktrin ngobrol istana sama orang yang anti Yaman, dijelekin,” tandasnya.

[VIDEO]

[FULL VIDEO]

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya