DEMOCRAZY.ID – Benjamin Netanyahu membocorkan strategi Israel menghadapi Iran dan konflik di Gaza dalam pertemuan tertutup dengan jajaran komando militer.
Dalam rekaman yang dipublikasikan sejumlah media Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan Iran akan segera menyerah.
Menurut Netanyahu, tekanan ekonomi akan membuat pemerintahan Iran terguncang.
Benjamin Netanyahu menyebut elite Iran sangat khawatir terhadap potensi keruntuhan ekonomi yang dapat memicu gejolak politik di dalam negeri.
“Pada akhir konflik ini, Iran akan lebih lemah dari sebelumnya, sementara Israel akan jauh lebih kuat,” kata Netanyahu dilansir dari Channel 14.
Netanyahu juga mengungkap keyakinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa tekanan ekonomi masif dapat memaksa Iran menyerahkan material nuklir yang selama ini disimpan di fasilitas bawah tanah.
“Trump percaya tekanan ekonomi yang sangat besar dapat membuat Iran melepaskan bahan nuklir yang diperkaya,” ujar Netanyahu.
Terkait Gaza, Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mundur dari target menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas.
Benjamin Netanyahu mengklaim militer Israel kini menguasai zona keamanan yang mencakup lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.
Menurut Netanyahu, kendali tersebut memberi Israel kemampuan operasional untuk memasuki titik mana pun di Gaza guna menghancurkan infrastruktur kelompok Hamas.
Benjamin Netanyahu menambahkan telah menyampaikan pesan kepada Washington bahwa jika Amerika Serikat gagal menghadirkan pihak ketiga untuk mengambil alih proses demiliterisasi Gaza, maka Israel akan menjalankan misi itu sendiri.
“Jika tidak ada pihak luar yang mengambil tanggung jawab perlucutan senjata di Gaza, maka tugas itu akan jatuh ke tangan Israel,” tegas Netanyahu.
Netanyahu menutup pernyataannya dengan menyebut militer Israel kini berada dalam posisi sangat kuat untuk menyelesaikan operasi di Gaza.
Namun, ia menegaskan pemerintah akan menentukan waktu yang dianggap paling tepat untuk melancarkan tahap akhir operasi militer tersebut.
Sumber: Suara