DEMOCRAZY.ID – Jagat media sosial kembali diguncang oleh pernyataan kontroversial pakar telematika, Roy Suryo.
Mantan Menpora ini mengungkap sebuah detail yang mengejutkan terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Bukan lagi soal keaslian foto atau format tulisan, kali ini Roy Suryo menyoroti kejanggalan pada penulisan nama universitas yang tercantum dalam dokumen tersebut.
Dalam sebuah diskusi panas yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi, Roy Suryo secara blak-blakan menyebut adanya dugaan salah ketik atau “typo” yang sangat tidak wajar untuk sebuah dokumen negara sekelas ijazah universitas ternama.
Menurut analisis Roy Suryo yang mengacu pada temuan ahli digital forensik Rismon Sianipar, terdapat kejanggalan pada teks yang seharusnya bertuliskan “Gadjah Mada”.
Namun, setelah dilakukan pembesaran dan analisis mendalam, tulisan tersebut justru nampak seperti “Gadhaj Adam”.
“Ini bukan sekadar masalah teknis. Bagaimana mungkin sebuah institusi sebesar Universitas Gadjah Mada (UGM) mengeluarkan ijazah dengan penulisan nama universitas yang salah fatal?” ujar Roy Suryo dalam sebuah potongan video yang kini viral.
Temuan ini sontak memicu perdebatan sengit di ruang publik.
Bagi para pendukung teori ini, kesalahan penulisan tersebut dianggap sebagai bukti kuat adanya ketidaktelitian dalam pembuatan dokumen yang diduga “aspal” (asli tapi palsu).
Tak hanya menyoroti fisik ijazah, Roy Suryo juga menyentil sikap pihak UGM dalam memberikan klarifikasi.
Ia menilai jawaban-jawaban yang diberikan pihak rektorat cenderung diplomatis dan tidak menyentuh substansi teknis yang ia pertanyakan.
“Kita butuh transparansi, bukan sekadar pernyataan bahwa ijazah itu asli. Jika asli, jelaskan mengapa ada anomali-anomali seperti ini,” tambahnya dengan nada tajam.
…Kalo benar kesimpulan dari si pembuat video maka cuma 1 kesimpulan pamungkas tentang Rismon:
Rismon membalas dendam kepada Jokowi dengan gaya-cara ala Jokowi itu sendiri.
Jika benar kesimpulan dalam video tsb maka Rismon adalah “Kuda Troya” bagi Jokowi… (“,) https://t.co/hYxpDD3qaJ
— 222 Mountains For 🇵🇸 (@kafiradikalis) April 23, 2026
Di sisi lain, banyak pihak menilai bahwa apa yang dilakukan Roy Suryo hanyalah pengulangan isu lama yang sengaja digoreng kembali untuk kepentingan politik.
Pihak-pihak yang kontra berpendapat bahwa ijazah Jokowi sudah berkali-kali diuji dan dinyatakan sah oleh lembaga terkait, termasuk pengadilan.
Namun, bagi Roy Suryo dan timnya, peluncuran “Jokowi’s White Paper” adalah bentuk keterbukaan informasi publik yang dijamin undang-undang.
Mereka bersikeras bahwa setiap keraguan publik harus dijawab dengan bukti data yang tak terbantahkan, bukan sekadar narasi.
Sumber: Akurat