Pengamat Ini Baca ‘Peluang’ Anies di Pilpres 2029

DEMOCRAZY.ID – Pengamat politik Adi Prayitno membedah peluang Anies Baswedan untuk kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.

Hal itu disampaikannya melalui kanal YouTube pribadinya yang tayang Sabtu (25/4/2026).

Menurut Adi, Anies saat ini merupakan satu-satunya tokoh oposisi yang dinilai memiliki popularitas dan elektabilitas yang relatif kompetitif untuk bersaing di Pilpres 2029.

Ia pun dianggap mampu mengonsolidasi kelompok-kelompok kritis, anti pemerintah, dan oposisi sebagai basis dukungan politiknya.

Pembahasan itu berangkat dari pernyataan Anies dalam sesi tanya jawab di sebuah acara yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Solo.

Kala itu, Anies ditanya soal kemungkinannya maju kembali sebagai capres di 2029.

Anies menjawab diplomatis, bahwa dirinya saat ini fokus membangun jembatan dan menjadi penghubung bagi pembangunan kota, serta meminta publik untuk menunggu soal rencana maju di Pilpres.

Adi menilai jawaban Anies tidak hitam-putih, tidak menolak sekaligus tidak mengiyakan.

Namun di balik itu, ia menyebut ada tantangan besar yang harus dihadapi Anies, yakni soal tiket pencapresan.

Mengacu pada Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, capres dan cawapres harus diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik.

Sementara saat ini, belum ada partai politik yang secara eksplisit menyatakan dukungan kepada Anies untuk Pilpres 2029.

Adi menyebut satu-satunya partai yang teridentifikasi dekat dan berpotensi mengusung Anies adalah Partai Gerakan Rakyat, sebuah partai baru yang dinilainya memang diinisiasi sebagai instrumen untuk memajukan Anies.

“Tugas terberat dari Partai Gerakan Rakyat adalah meloloskan diri sebagai peserta pemilu,” ujar Adi.

Ia menjelaskan, syarat tersebut kini jauh lebih terbuka dibanding sebelumnya.

Mahkamah Konstitusi telah menghapus ambang batas pencapresan 20 persen sehingga setiap partai politik yang lolos verifikasi KPU sebagai peserta pemilu sudah berhak mengusung capres, tanpa perlu memenuhi ambang batas perolehan kursi atau suara tertentu.

“Cukup bagi Partai Gerakan Rakyat untuk lolos verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, lalu diumumkan sebagai peserta pemilu oleh KPU. Itu sudah cukup menjadi tiket bagi Anies untuk bertanding di Pilpres 2029,” jelasnya.

Adi juga tidak menutup kemungkinan adanya partai-partai yang sudah lolos ke parlemen yang kelak berbalik memberikan dukungan kepada Anies, mengingat dinamika politik Indonesia yang sangat cair dan sulit diprediksi.

Ia mencontohkan, pada Pilpres 2024 lalu, Anies didukung tiga partai sekaligus, yakni Nasdem, PKS, dan PKB, hingga berhasil meraih suara terbanyak kedua.

Di sisi lain, dihapusnya ambang batas presiden, kata Adi, membuka peluang munculnya lebih banyak calon presiden alternatif di 2029.

Ia menyebut PKB bahkan telah secara terbuka menargetkan pencapresan di 2029 sebagai salah satu agenda utamanya.

“Jangan pernah takut kalah dalam Pilpres. Di negara kita ada kecenderungan yang kalah Pilpres itu dirangkul menjadi bagian dari koalisi pemerintah. Mazhab politik kita adalah mazhab rangkul-merangkul,” pungkas Adi.

Sumber; JakartaSatu

Artikel terkait lainnya