Donald Trump dan Maut Yang Mengintip: 8 Upaya Pembunuhan Dalam 10 Tahun

DEMOCRAZY.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump ditengarai akan menjadi sasaran upaya pembunuhan terbaru terhadapnya pada acara White House Correspondents’ Dinner pada Sabtu (25/4/2026) malam atau Minggu (26/4/2026) pagi.

Insiden ini adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan yang terdokumentasi, yang dimulai dari masa kampanye presiden di era pertama Trump, menurut Axios.

Serangan yang menargetkan Trump termasuk penembakan di kampanye terbuka, upaya pembunuhan, dan upaya penerobosan keamanan yang terjadi berulang.

Insiden terbaru itu terjadi pada pukul 20.30 Waktu Bagian Timur di Hotel Washington Hilton, tempat diadakannya pesta makan malam.

Trump dijadwalkan untuk memberikan pidato di acara tersebut, yang dihadiri oleh Wakil Presidennya, JD Vance, beberapa anggota pemerintahannya, dan anggota Kongres.

“Ini bukan pertama kalinya dalam dua tahun terakhir republik kita diserang oleh seseorang yang mencoba melakukan pembunuhan,” kata Trump kepada wartawan setelah penembakan itu.

Pada kampanye pemilu baru-baru ini, Trump mengalami dua upaya pembunuhan yang mengungkap adanya celah di Badan Secret Service, menyebabkan penyelidikan dan pemecatan para pemimpin di lembaga tersebut.

Di Butler, Pennsylvania: Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, menembakkan senapan di sebuah rapat umum (kampanye terbuka) Trump, mengenai telinganya sendiri sebelum peluru tersebut menewaskan salah satu peserta.

Seorang penembak jitu dari Secret Service menembak dan membunuh penyerang tersebut, dan laporan Senat selanjutnya menyalahkan perencanaan, komunikasi, dan kepemimpinan lembaga tersebut.

Upaya kedua terjadi di West Palm Beach, Florida, pada 15 September 2024 di mana Ryan Wesley Roth terlihat membawa senapan di klub golf milik Trump saat Trump sedang bermain.

Seorang agen Secret Service menembak Roth, yang kemudian melarikan diri tetapi kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Selain hal-hal tersebut upaya pembunuhan terhadap Trump sudah terjadi bertahun-tahun sebelumnya.

Pada Juni 2016, seorang warga negara Inggris berusia 20 tahun mencoba merebut senjata seorang polisi pada kampanye terbuka Trump di Las Vegas, dan kemudian memberi tahu petugas keamanan bahwa ia bermaksud membunuh Trump.

Pada September 2017: Seorang pria mencuri sebuah forklift di North Dakota dan mengendarainya ke arah iring-iringan kendaraan presiden.

Pada bulan September 2020, seorang warga negara yang memiliki kewarganegaraan ganda Prancis dan Kanada mengirimkan surat kepada Trump yang berisi zat beracun “ricin”.

Selama masa jabatan keduanya, khususnya pada Juli 2024: Seorang pria Pakistan ditangkap dan kemudian dihukum karena merencanakan pembunuhan Trump untuk mendapatkan bayaran dari Garda Revolusi Iran.

Beberapa bulan kemudian, seorang pria Iran, yang dituduh mencoba membunuh warga negara Amerika lainnya, menyatakan bahwa ia telah menerima instruksi serupa untuk membunuh Trump.

Pada Februari 2026: Dinas Rahasia menembak mati seorang pria berusia 21 tahun yang membawa senapan dan tabung gas di resor Mar-a-Lago, saat Trump berada di Washington.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya