DEMOCRAZY.ID – Ribuan warga Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur pada Selasa, 21 April 2026, sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan anggaran yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.
Aksi tersebut menyoroti kebijakan Gubernur Rudy Masud yang dianggap memicu keresahan publik, hingga berujung bentrokan dengan aparat keamanan.
Demonstrasi yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat sipil ini membawa tiga tuntutan utama, yakni evaluasi kebijakan pemerintah provinsi, penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mendesak DPRD untuk memperkuat fungsi pengawasan.
Aksi sempat memanas pada malam hari, ditandai dengan pelemparan benda ke arah aparat dan pembakaran ban di sekitar lokasi.
Aparat keamanan merespons dengan penyemprotan water cannon untuk mengendalikan situasi.
Sorotan utama dalam aksi tersebut adalah sejumlah kebijakan anggaran yang dianggap kontroversial, di antaranya:
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran pembelian mobil dinas gubernur senilai Rp8,5 miliar dalam APBD Perubahan 2025.
Kebijakan ini menuai kritik karena dinilai tidak sejalan dengan upaya efisiensi anggaran di tengah kondisi infrastruktur yang masih amburadul.
Anggaran renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur serta penataan kantor mencapai sekitar Rp25 miliar.
Pemerintah provinsi menyampaikan angka tersebut merupakan akumulasi dari berbagai kebutuhan yakni:
Anggaran alokasi tim ahli gubernur Kaltim tahun 2026 juga tak lepas dari sorotan.
Anggaran yang digelontorkan untuk honorarium dan perjalanan dinas tim tersebut mencapai Rp10,78 miliar untuk masa kerja sembilan bulan.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.9/2026 tentang Pembentukan Tim Ahli Gubernur Tahun 2026 yang ditetapkan pada 19 Februari 2026, tim ini diperkuat oleh 43 personel.
Selain itu, dugaan praktik dinasti politik turut menjadi sorotan dalam aksi demo. Hal ini dikarenakan sejumlah kerabat Rudy Mas’ud kini menduduki posisi strategis di Kaltim.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memberikan respons terbuka dan mengapresiasi masukan dari ribuan orang usai aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, Samarinda yang berakhir pada Selasa malam, 21 April 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, serta TNI-Polri yang telah menjaga situasi keamanan hingga berakhirnya penyampaian aspirasi,” kata Rudy Mas’ud di Samarinda Kamis 23 April 2026.
Rudy sangat berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjadi mata dan telinga pemerintah dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di Benua Etam.
Menurutnya, berbagai masukan yang disuarakan oleh publik merupakan bahan evaluasi terbaik untuk mengakselerasi perbaikan kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke depannya.
“Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa arah masa depan takdir Provinsi Kalimantan Timur berada di tangan para generasi muda yang peduli,” ungkap Rudy.
Sumber: VIVA