VIRAL Pegawai BGN Pusat Ngamuk, Sebut Para Kepala SPPG Goblok!

DEMOCRAZY.ID – Video diduga seorang pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat mengamuk dan menuding peserta acara yang merupakan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak paham petunjuk teknis viral di media sosial.

Kuat dugaan, peristiwa tersebut terjadi di Aston Serang Hotel dan Convention Center, Kota Serang, Banten pada Selasa, 21 April 2026.

Berdasarkan informasi, acara itu merupakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi bersama BGN serta Forkopimda dengan dinas terkait.

Sementara dalam video, tampak seorang pria diduga pejabat atau pengawas yang emosi dan berbicara dengan nada tinggi lantaran menilai para peserta tidak kompeten dan tidak paham petunjuk teknis.

Menurutnya, puluhan peserta yang hadir dengan rompi bertuliskan BGN itu malas membaca data.

Dia juga menuding mereka tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Kamu biasa kayak gini kelakuannya, sudah ditampilin begini datanya, enggak bisa baca? Kalau mending dapur kalian bagus, kalau mending kamu bisa baca juknis datanya, goblok semua kalian!” tudingnya mengutip Kamis, 23 April 2026.

“Mohon maaf saya kasar, tapi emang goblok! Kalau orang pinter, baca! Malas lihat data, tidak ada yang bisa menjelaskan ke saya bagaimana juknis yang ada,” lanjutnya.

Dia kemudian menantang seluruh peserta dan meminta satu orang yang sudah membaca juknis untuk berdiri dan beradu argumen dengannya.

“Malam saya datang enggak ada yang bisa menjelaskan kepada saya juknis yang ada. Ngapain kamu jadi kepala SPPG,” katanya.

“Mau bukti? Saya tunjuk satu orang, kalau bisa jawab saya yang keluar dari sini,” tegasnya dengan lantang.

Para peserta pun hening dan tak ada yang berani menjawab tantangan pria tersebut.

Tidak cukup sampai di situ, pria itu lantas menyoroti latar belakang pendidikan para peserta.

Khususnya dari universitas negeri dan bidang ketahanan pangan serta gizi, untuk menunjukkan rendahnya profesionalisme di lapangan.

“Itu salah satu bukti Anda tidak profesional,” ucapnya.

Salah satu poin yang jadi penyebab pria itu emosi yakni, soal teknis suhu di ruang pemorsian.

Menurutnya, berdasarkan temuan di lapangan dia menganggap sebuah kebohongan besar.

Sebab, ada ketidaksesuaian fasilitas dengan standar yang seharusnya.

“Bagaimana kamu tahu berapa suhu yang harus dipertahankan di ruang pemorsian? Dari tempat yang saya datangi, tidak ada satu pun tempat yang ada pintunya! Berarti bohong? Kalau gitu saya bisa katakan kamu goblok,” tukasnya.

👇👇

Sumber: Konteks

Artikel terkait lainnya