DEMOCRAZY.ID – Direktur FBI Kash Patel, mengklaim pihaknya telah mengantongi informasi yang mendukung tuduhan kecurangan dalam Pemilu AS 2020.
Patel bahkan menyebut penangkapan terkait kasus tersebut akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Saya akan bilang, tunggu saja minggu ini. Anda mungkin akan melihat sesuatu,” ujar Patel dilansir dari USA Today, Selasa (21/4).
Presiden Donald Trump selama bertahun-tahun memang menyebut pemilu 2020 yang dimenangi Joe Biden sebagai hasil kecurangan.
Namun, klaim tersebut telah ditolak di hampir seluruh gugatan hukum yang diajukan.
Patel menegaskan FBI kini bekerja sama dengan Departemen Kehakiman untuk memproses kasus tersebut.
“Kami punya semua informasi yang dibutuhkan dan kami akan melakukan penangkapan. Ini akan segera terjadi,” katanya.
Patel juga menyebut penyelidikan ini menjadi bagian dari kasus konspirasi yang lebih luas.
Meski demikian, Patel tidak merinci bukti yang dimaksud dengan alasan proses hukum masih berjalan.
Di sisi lain, pernyataan ini memicu kembali perdebatan publik di Amerika Serikat.
Sejumlah pihak mempertanyakan dasar klaim tersebut, mengingat sebelumnya puluhan gugatan terkait pemilu 2020 telah gugur di pengadilan.
Situasi semakin kompleks setelah Patel menggugat media The Atlantic senilai 250 juta dolar AS atas laporan yang menuding perilakunya bermasalah.
Patel menyebut laporan tersebut sebagai upaya menyerang dirinya di tengah penyelidikan sensitif.
Penyelidikan terkait dugaan kecurangan pemilu ini juga dikabarkan melibatkan jaksa federal di Florida.
Kasus tersebut disebut berkembang dari penyelidikan lama terkait dugaan campur tangan Rusia pada pemilu 2016.
Meski janji penangkapan telah disampaikan, belum ada kepastian kapan dan siapa yang akan menjadi target.
Sumber: Suara