DEMOCRAZY.ID – Pernyataan tajam datang dari dosen UI Ronnie H Rusli terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah.
Dalam keterangannya, Ronnie menilai anggaran triliunan rupiah yang digelontorkan untuk program MBG berpotensi tidak efektif dan justru menimbulkan persoalan baru bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Triliunan keluar uang untuk MBG yang cuma jadi tai dibuang di jamban,” ujar Ronnie di akun X (Twitter) miliknya, Ahad (29/3/2026).
Lebih jauh, ia mengkritik pendekatan program yang dinilai terlalu berorientasi pada bantuan langsung tanpa diimbangi strategi pemberdayaan.
Menurutnya, pola semacam ini berisiko membentuk ketergantungan di masyarakat.
Ronnie bahkan menyebut bahwa jika tidak dirancang secara komprehensif, program tersebut dapat melemahkan etos kerja.
“Masyarakat bisa terbiasa menunggu bantuan, bukan didorong untuk mandiri. Ini berbahaya bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Kritik tersebut juga menyoroti aspek tata kelola anggaran.
Dengan nilai yang mencapai triliunan rupiah, ia mempertanyakan sejauh mana dampak nyata program MBG terhadap peningkatan gizi, kesehatan, dan produktivitas masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memiliki efek berkelanjutan, bukan sekadar program populis jangka pendek.
“Jika tujuannya meningkatkan kualitas SDM, maka intervensinya harus menyentuh akar masalah seperti pendidikan, akses ekonomi, dan kemandirian pangan,” tambahnya.
Ronnie mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap implementasi MBG, baik dari sisi distribusi, kualitas makanan, hingga dampaknya terhadap perilaku masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan publik agar program besar seperti ini tidak menjadi beban fiskal tanpa hasil signifikan.
“Program sosial harus membangun daya, bukan sekadar memberi. Kalau tidak, kita justru menciptakan masalah baru,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut.
Namun, sejumlah pengamat menilai kritik dari kalangan akademisi seperti ini penting sebagai bahan evaluasi untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
Program MBG sendiri digadang-gadang sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia ke depan.
Sumber: JakartaSatu