DEMOCRAZY.ID – Mantan perwira intelijen CIA, John Kiriakou baru-baru ini di podcast menyatakan bahwa terdapat sekitar 10.000 dokumen terkait pembunuhan Presiden AS John F. Kennedy (JFK) yang tidak akan pernah dirilis karena dokumen-dokumen tersebut secara langsung mengarah pada keterlibatan Israel.
Kiriakou berpendapat bahwa JFK dibunuh karena ia secara aktif mencoba menghalangi Israel untuk memperoleh teknologi nuklir.
John Kiriakou juga mengatakan Israel selalu menekan setiap presiden Amerika Serikat untuk membom Iran.
Kiriakou menambahkan bahwa Israel secara konsisten meminta setiap presiden AS sejak George H.W. Bush untuk mengebom Iran, namun permintaan tersebut selalu ditolak hingga munculnya ancaman luar biasa ini pada masa jabatan Trump.
Dalam wawancara di Julian Dorey Podcast, Kiriakou menyatakan bahwa pejabat Israel memberikan ultimatum nuklir kepada Presiden Donald Trump.
Ancaman Nuklir Israel: Kiriakou menyatakan, berdasarkan sumber internal, bahwa Israel mengancam akan menggunakan senjata nuklir terhadap bunker bawah tanah Iran jika AS tidak segera meluncurkan serangan udara konvensional untuk menghancurkan fasilitas tersebut.
Justifikasi Serangan AS: Menurut Kiriakou, Trump melihat serangan udara AS sebagai “kejahatan yang lebih kecil” (lesser evil) untuk mencegah Israel bertindak sendiri dengan kekuatan nuklir, yang dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia III.
Pengakuan Tersirat: Pernyataan ini secara tidak langsung menyiratkan bahwa Israel mengakui kepemilikan senjata nuklir kepada Presiden AS, meskipun secara resmi mereka tetap menjaga kebijakan “ambiguitas nuklir” dan bukan penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
[VIDEO]
Former CIA Officer John Kiriakou Drops BOMBSHELL:
“There are 10,000 documents [about JFK’s assassination] that are never going to be released [by Trump].
Because every single one of them points directly at Israel.” pic.twitter.com/bX6p5RSECq
— The Resonance (@Partisan_12) March 25, 2026