SKANDAL DUA VERSI TNI-POLISI, SIAPA YANG SEDANG BERBOHONG?

SKANDAL DUA VERSI – SIAPA YANG SEDANG BERBOHONG?

Fenomena “Dua Versi Tersangka” ini adalah bukti paling telanjang dari adanya Distorsi Hukum di Republik Komorbid. Ketika dua institusi negara memberikan data yang berbeda pada hari yang sama, publik tidak sedang melihat “koordinasi”, melainkan “kompetisi narasi”.

H+1 rilis tersangka, publik malah dikasih “Plot Twist”. Polri sebut inisial BHC & MAK, TNI sebut 4 orang lain lagi.

Kenapa data dua institusi ini gak nyambung?

Siapa yang sebenarnya sedang kita tonton di CCTV?

Polri pakai Scientific Investigation (86 CCTV + Data Digital). Wajah jelas, profil jelas.

TNI tiba-tiba muncul bawa 4 orang anggota BAIS ke sel Super Security Maximum.

Apakah 4 orang ini adalah orang yang sama di CCTV, atau cuma “Tumbal” buat nutupin aktor aslinya?

Hendardi (Setara Institute) tegas: Ini pelintiran alur yang mengaburkan fakta! Saat bukti ilmiah Polri sudah kuat, TNI masuk dengan versi sendiri. Ini namanya DISTORSI.

Republik Komorbid ini makin lucu, penegak hukumnya malah balapan narasi.

TNI akhirnya akui lagi dalami instruksi “Perwira Tinggi”. Artinya, ini OPERASI KOMANDO.

Jangan sampai perbedaan inisial ini dipakai buat narik kasus ke Peradilan Militer yang tertutup, lalu pelakunya divonis ringan karena “Jiwa Korsa”. Kami menuntut transparansi wajah tersangka.

Rakyat gak butuh sandiwara inisial. Kami butuh kejujuran:

​Cocokkan wajah tersangka versi TNI dengan CCTV Polri secara publik.
​Bawa ke Peradilan Umum sekarang juga.
Jangan biarkan keadilan dikanibal oleh ego sektoral & impunitas.

Artikel terkait lainnya