10 Hari ‘Menghilang’, dr Tifa Bantah Rumor Merapat ke Solo: Saya Tak Pernah Log In Jadi Pecundang!

DEMOCRAZY.ID – Dokter sekaligus peneliti dan penulis Tifauzia Tyassuma yang dikenal dengan dokter Tifa menegaskan dirinya tidak bepergian ke Solo, menepis spekulasi yang beredar beberapa hari terakhir.

Ia menjelaskan absennya dari berbagai acara selama 10 hari terakhir Ramadhan digunakan untuk ibadah i’tikaf dan fokus pada penelitian S3 di Jakarta Selatan.

Dr. Tifa kini berstatus tersangka terkait penyelidikan dugaan pemalsuan atau ketidakabsahan ijazah Presiden Joko Widodo.

Status ini muncul setelah pihak penyidik menindaklanjuti laporan dan spekulasi publik terkait dokumen pendidikan Presiden

“Saya aman sentosa di seputaran Jaksel, mondar-mandir dari rumah ke kampus Salemba, bukan ke Balige, Samosir, apalagi Solo,” tegas dokter Tifa dikutip dari akun media sosial X, Rabu (18/3/2026)

Ia menyoroti dampak rumor yang muncul dari postingan seorang pengacara yang menimbulkan dugaan publik tentang pergerakannya.

Menurut Tifa, isu tersebut telah membuat banyak orang gelisah dan menimbulkan spekulasi tidak bertanggung jawab.

“Ternyata absennya saya pada beberapa acara menimbulkan rumors dan spekulasi luarbiasa dalam beberapa hari. Yang saya perhatikan utamanya berasal dari seorang pengacara yang membuat postingan spekulasi bahwa ada salah satu tersangka yang berangkat menjadi Termul. Akibat postingan yang tidak bertanggung jawab tersebut, publik gelisah dan menduga-duga. Siapa ya dari 5 Tersangka yang tersisa, yang otw ke Solo dan log out dari pejuang dan login jadi pecundang?” tulisnya lagi

Di sisi lain, Tifa menegaskan pentingnya transparansi dan integritas dalam penyelidikan kasus ijazah Jokowi.

Ia menyebut persoalan yang dihadapi sederhana, dan cukup diselesaikan secara terbuka di depan publik atau pengadilan, tanpa harus menggunakan tekanan kekuasaan yang merugikan reputasi orang lain.

Rismon berbalik dukung Jokowi

Seperti diketaui, salah satu tersangka dalam kasus ijazah Jokowi yakni ahli digital forensik Rismon Sianipar telah berbalik arah.

Dia yang sebelumnya getol menyoal keaslian ijazah Jokowi, telah meminta maaf dan menarik semua pernyataan sebelumnya

Kini, dia menyatakan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) adalah asli setelah melakukan penelitian ulang.

Ia juga menantang rekannya yaitu pakar telematika Roy Suryo untuk membuktikan secara terbuka jika ijazah tersebut palsu.

Pengakuan tersebut disampaikan Rismon melalui video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy, Rabu (11/3/2026).

Setelah bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Rismon menyatakan siap mendemonstrasikan metode yang digunakannya untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi.

“Atau saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka undang wartawan, saya akan demonstrasikan metode saya untuk membuktikan ijazah Jokowi asli,” katanya.

Rismon mengatakan, jika Roy Suryo hanya mencibir perubahan sikapnya, publik justru berpotensi lebih percaya pada hasil penelitiannya.

“Kalau hanya mencibir seperti itu, publik akan muak dan lebih percaya tulisan saya,” ujarnya.

Ia juga menuding Roy Suryo dan Dokter Tifa mengada-ada ketika menyebut ijazah Jokowi palsu.

Menurutnya, dua komponen yang selama ini dipermasalahkan yakni watermark dan emboss terbukti ada pada ijazah tersebut.

“Nggak ada watermark pada ijazah Jokowi? Halo. Tidak ada emboss? Halo. Saya sudah lakukan kroscek dengan puluhan metode dan ada watermark dan emboss di ijazah Jokowi,” jelasnya.

Selain itu, Rismon menyebut stempel pada ijazah Jokowi juga terbukti ada setelah dilakukan pengujian ulang menggunakan teknik pencahayaan tertentu.

“Contoh stempel yang kita analisa tidak ada, saya rekonstruksi. Stempel yang warnanya gelap ketika ditimpa dengan warna hitam maka secara kromatik nilainya dekat,” katanya.

Rismon mengaku lega setelah menyatakan ijazah Jokowi asli meskipun dirinya harus menerima berbagai kritik atas perubahan sikap tersebut.

“Saya lebih baik tidak disorak-soraki, lebih baik saya dihina atau dicap pengkhianat daripada saya harus nggak bisa tidur,” tegasnya.

Sebelumnya, melalui video di kanal YouTube Balige Academy, Rismon juga menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dan keluarganya atas kegaduhan yang sempat muncul akibat temuannya terdahulu.

“Temuan saya sebelumnya yang telah melukai dan membuat kegaduhan, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi,” katanya.

Menurut Rismon, setelah melakukan penelitian ulang selama dua bulan, ia menemukan bahwa elemen watermark dan emboss memang terdapat dalam dokumen ijazah Jokowi.

“Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama emboss, itu memang ada di dalam dokumen tersebut,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Roy Suryo belum memberikan tanggapan terkait tantangan yang disampaikan oleh Rismon.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya