Pejabat Iran Wafat Usai Bongkar Dugaan Konspirasi Tragedi 911

DEMOCRAZY.ID – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran, Dr Ali Larijani gugur dalam perang Amerika Serikat (AS)-Israel usai menguak soal dugaan konspirasi peristiwa 911.

Sebelumnya Iran mendengar jaringan Epstein akan merancang drama seperti peristiwa 911 untuk mengkambinghitamkan Iran.

Jeffrey Epstein adalah pelaku kejahatan seksual di Amerika Serikat (AS) yang juga memiliki perkumpulan dengan sejumlah konglomerat dunia.

Epstein sendiri sudah tewas di dalam penjara sebelum persidangannya dimulai.

Namun Iran meyakini bahwa kolega Epstein merupakan sekte penyembah iblis yang menumbalkan kesucian anak-anak dari para gadis untuk mendapatkan kejayaan hidup.

Sehingga Iran meyakini meskipun Epstein tewas namun sistem kejahatannya masih tetap hidup.

Salah satu yang mempercayai jaringan Epstein masih hidup adalah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani.

Di X miliknya pada Minggu (16/3/2026), Ali Larijani menyebut bahwa jaringan Epstein yang tersisa tengah merancang konspirasi untuk menciptakan insiden seperti 911.

Peristiwa 911 adalah tragedi pembajakan pesawat yang kemudian ditabrakan ke gedung tertinggi di New York AS saat itu World Trade Center (WTC).

Saat itu AS menyebut bahwa jaringan Al-Qaeda bertanggung jawab atas keruntuhan gedung tersebut.

Ali Larijani meyakini, peristiwa serupa tengah dirancang untuk mengkambinghitamkan Iran.

“Saya mendengar bahwa anggota jaringan Epstein yang tersisa telah merancang konspirasi untuk menciptakan insiden serupa dengan 9/11 dan menyalahkan Iran atas hal itu,” jelasnya.

Larijani memastikan Iran tidak pernah mendukung skema teroris menyerang warga sipil tidak bersalah sekalipun terhadap rakyat AS.

“Iran pada dasarnya menentang skema teroris semacam itu dan tidak memiliki perang dengan rakyat Amerika,” tegasnya.

Namun hanya selang sehari usai pernyataanya, Larijani dinyatakan meninggal dunia dalam serangan.

Kabar itu disampaikan pihak pemerintah Iran melalui X pada Selasa (17/3/2026). Pemerintah Iran berharap agar Larijani bergabung dengan Tuhan sebagai syuhada.

“Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Wahai bangsa dan rakyat Iran yang tercinta! Wahai umat Islam dan orang-orang merdeka di seluruh dunia,”

“Kemuliaan Allah, segala kemuliaan Allah, segala kemuliaan Allah,”

“Seorang hamba Allah telah bergabung dengan Tuhannya sebagai seorang syuhada,”

Dalam obituari yang ditulis Press TV, Larijani disebut sebagai sosok negarawan, filsuf, dan ahli strategi politik berpengalaman dari Republik Islam Iran.

Larijani gugur bersama putranya yang masih muda Mortaza Larijani, wakil SNSC bidang keamanan Alireza Bayat, dan sejumlah pengawal mereka dalam serangan itu.

Kepemimpinan Larijani selama perang dengan AS-Israel yang sedang berlangsung disebut memainkan peran kunci dalam menimbulkan kerugian militer dan ekonomi yang besar bagi musuh mereka.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya