Dewan Keamanan Nasional Iran Umumkan Dr Ali Larijani ‘Gugur’ Bersama Putranya Mortaza Larijani

DEMOCRAZY.ID – Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran mengumumkan gugurnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Dr Ali Larijani dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Dilansir dari Press TV, Larijani gugur bersama putranya, Mortaza Larijani, wakil SNSC bidang keamanan Alireza Bayat, dan sejumlah pengawal mereka di hari ke-18 serangan militer AS-Israel ke Iran pada Senin (16/3/2026).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Selasa (17/3/2026) malam, SNSC menyatakan gugurnya Larijani akan semakin memperkuat tekad bangsa dan para pejabatnya untuk terus meningkatkan posisi Republik Islam Iran.

Pernyataan itu juga menggambarkan gugurnya Larijani sebagai “impian lama” yang diraih setelah perjuangan seumur hidup untuk memajukan negara dan Revolusi Islam-nya.

SNSC juga mencatat upaya berkelanjutan Larijani hingga saat terakhir hidupnya untuk mengamankan kepentingan bangsa serta nasihatnya yang konsisten bagi rakyat dan pemerintah untuk menjaga persatuan dalam menghadapi tindakan permusuhan terhadap negara.

Larijani sebelumnya juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Kebijakan Iran dan penasihat senior bagi Pemimpin Revolusi Islam yang gugur pada Sabtu (28/2/2026) lalu Ayatollah Ali Khamenei.

Larijani juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Islam (Majlis) selama 12 tahun sebelum digantikan oleh Mohammad-Baqer Qalibaf.

Dia juga tercatat pernah mengikuti pemilihan presiden dan menjabat sebagai kepala lembaga penyiaran nasional Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).

Pada hari yang sama, Komando Sentral AS atau US Central Command (CENTCOM) mengklaim telah menghantam 7 ribu lebih target dalam perang tersebut hingga Senin (16/3/2026).

CENTCOM menyatakan lewat akun media sosial X-nya, target yang dihantam mencakup pusat komando dan kendali, markas besar IRGC, kantor intelijen IRGC, sistem pertahanan udara terintegrasi, dan tempat peluncuran rudal balistik, serta kapal selam dan kapal perang Angkatan Laut IRGC.

Kemudian juga sistem pertahanan udara Iran, tempat peluncuran rudal anti-kapal, kemampuan komunikasi militer, pabrik perakitan drone dan rudal balistik, bunker penyimpanan dan produksi senjata, fasilitas rudal permukaan ke udara, dan infrastruktur pendukung militer.

CENTCOM juga menyatakan telah menghancurkan dan merusak 100 lebih kapal Iran dan telah mengerahkan 23 unit pesawat baik jenis pembom, tempur, maupun helikopter serbu sepanjang operasi tersebut.

Mereka juga menyatakan mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir, kapal selam bertenaga nuklir, kapal perusakan dengan rudal berpemandu, hingga kapal tanker.

CENTCOM juga menyatakan telah mengerahkan pencegat rudal Patriot, sistem rudal anti-rudal balistik THAAD sistem roket mobilitas tinggi M-142, dan sistem penangkal drone.

Sebagai catatan, perang itu dimulai saat militer AS dan Israel melakukan serangan ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah jenderal top Iran.

Sejak saat itu, militer Iran melakukan rangkaian serangan balasan yang menyasar wilayah pendudukan Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara sekitarnya hingga saat ini.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya