DEMOCRAZY.ID – Kepanikan massal terjadi di Daytona Beach saat libur musim semi akhir pekan lalu.
Ratusan wisatawan yang tengah menikmati pesta pantai tiba-tiba berlarian karena mengira terdengar suara tembakan.
Namun pihak kepolisian memastikan tidak ada penembakan sama sekali.
Sheriff Mike Chitwood menjelaskan suara yang memicu kepanikan ternyata berasal dari botol air yang diremukkan oleh pengunjung.
“Tidak ada satu pun tembakan di pantai,” kata Chitwood dalam keterangannya seperti dilansir dari NY Post.
Video yang memperlihatkan ratusan orang berlari panik sempat viral di media sosial.
Menurut Chitwood, sekitar 50 deputi sebenarnya sudah berada di tengah kerumunan saat kejadian.
Ia menilai insiden tersebut dipicu oleh efek media sosial yang mendorong massa besar datang ke lokasi pesta musim semi.
“Insiden ini jelas dipicu oleh media sosial. Orang-orang datang berbondong-bondong ke Daytona dan kami sudah melakukan yang terbaik untuk mengamankan situasi,” ujarnya.
Meski tidak ada penembakan di lokasi pantai, polisi tetap melakukan penertiban besar-besaran selama akhir pekan.
Lebih dari 80 orang ditangkap, sebagian besar karena pelanggaran membawa minuman beralkohol secara terbuka di area publik.
Sheriff Chitwood juga menyebut beberapa penangkapan terkait kepemilikan senjata ilegal.
Namun ia menegaskan tidak ada kasus tersebut yang terjadi langsung di area pantai.
“Semua orang yang kami amankan bersikap sopan dan memahami alasan penangkapan mereka,” kata Chitwood.
Kawasan pesisir Florida memang menjadi magnet wisata bagi mahasiswa Amerika selama musim spring break.
Dalam beberapa tahun terakhir, kota-kota seperti Miami dan Fort Lauderdale bahkan menerapkan jam malam untuk menekan kekacauan yang kerap terjadi saat pesta pantai berlangsung.
Sumber: Suara