DEMOCRAZY.ID – Raksasa kedirgantaraan asal Amerika Serikat Boeing baru saja menyepakati perjanjian masif dengan pemerintah Israel.
Kesepakatan bernilai fantastis ini mencakup pengadaan ribuan unit amunisi udara bom pintar untuk angkatan bersenjata mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Reuters, total nilai kontrak yang ditandatangani tersebut mencapai angka 289 juta dollar AS.
Proyek besar ini diproyeksikan akan memasok sebanyak 5.000 unit bom pintar terbaru ke gudang senjata Israel.
Seorang sumber terpercaya memberikan konfirmasi mengenai rincian kerja sama strategis ini kepada pihak media internasional Reuters.
Langkah kerja sama ini menegaskan posisi Boeing sebagai mitra utama dalam pembaruan teknologi pertahanan udara Israel.
Penting untuk dicatat bahwa kontrak ini tidak memiliki kaitan langsung dengan operasi serangan udara yang terjadi sekarang.
Proses pengiriman ribuan amunisi tersebut diprediksi tidak akan dilakukan dalam waktu dekat atau dalam sekejap.
Bloomberg reports that Boeing signed a new $289 million contract with Israel to supply up to 5,000 air-launched smart bombs, citing three sources familiar with the deal. pic.twitter.com/U9zrTdjlrp
— Ramy Abdu| رامي عبده (@RamAbdu) March 11, 2026
Dikutip dari Jerusalem Post, jadwal pengiriman pertama diperkirakan baru akan terlaksana dalam kurun waktu sekitar 36 bulan ke depan nanti.
Fakta mengenai lini masa distribusi ini pertama kali diungkap oleh laporan mendalam dari pihak Bloomberg News.
Senjata yang dipesan adalah jenis Small Diameter Bomb atau yang lebih dikenal dengan sebutan teknis SDB.
Amunisi ini merupakan jenis bom berpemandu yang memiliki akurasi sangat tinggi saat dilepaskan dari pesawat.
Jet tempur Israel mampu meluncurkan bom pintar ini untuk menghancurkan target dari jarak yang cukup jauh.
Jangkauan operasional senjata canggih ini diklaim bisa mencapai lebih dari 64 kilometer atau sekitar 40 mil.
🇺🇸🇮🇱 Bloomberg is reporting a 36 month lead time for the start of deliveries of the 5000 GBU-39/B Small Diameter Bombs that Israel is ordering from Boeing via a $289 million Direct Commercial Sale.
This tracks with the USAF schedule of a 12 month lead time for the upcoming Lot… pic.twitter.com/ycHuJCeYx2
— Colby Badhwar 🇨🇦🇬🇧 (@ColbyBadhwar) March 10, 2026
Teknologi ini memungkinkan pilot melakukan serangan presisi tanpa harus mendekat ke area pertahanan udara lawan yang berbahaya.
Investasi Israel pada alutsista buatan Boeing sebenarnya sudah berlangsung cukup masif sejak tahun-tahun sebelumnya yang lalu.
Pada tahun lalu Boeing bahkan telah mengantongi kontrak jumbo senilai 8,6 miliar dollar AS dari pihak Pentagon.
Dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk memproduksi serta mengirimkan armada jet tempur F-15 terbaru bagi Israel.
Transaksi pesawat tempur ini merupakan bagian resmi dari skema penjualan militer luar negeri antar kedua pemerintahan negara.
Amerika Serikat memang telah lama memegang peran sebagai pemasok senjata terbesar bagi sekutu utamanya di Timur Tengah.
Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan sempat mengambil langkah cepat untuk mempercepat proses penjualan senjata strategis ini.
Langkah ini dilakukan dengan menggunakan otoritas darurat guna melewati jalur birokrasi kongres yang biasanya memakan waktu lama.
Kebijakan darurat tersebut mencakup pengiriman lebih dari 20.000 unit bom dengan estimasi nilai sekitar 650 juta dollar.
Seorang pejabat dari Departemen Luar Negeri juga mengonfirmasi adanya tambahan pembelian amunisi krusial melalui jalur komersial.
“Israel akan membeli tambahan amunisi kritis senilai $298 juta melalui penjualan komersial langsung,” ujar pejabat Departemen Luar Negeri tersebut.
Selain bom pintar dan jet tempur pihak otoritas Amerika Serikat juga telah menyetujui kontrak militer lainnya.
Departemen Luar Negeri AS memberikan lampu hijau bagi tiga kontrak terpisah dengan nilai total 6,5 miliar dollar.
Dalam paket kontrak tersebut tercantum juga pengadaan helikopter serbu jenis Apache yang juga diproduksi oleh Boeing.
Rentetan kontrak ini menunjukkan betapa kuatnya ketergantungan serta kemitraan teknologi militer antara kedua belah pihak tersebut.
Semua data fakta yang tersaji mencerminkan dinamika penguatan pertahanan udara yang terus berkembang secara signifikan di kawasan.
Sumber: Suara