VIRAL Video CNN dari Tehran: Jalanan Tenang di Tengah Serangan AS-Israel

DEMOCRAZY.ID – Sebuah video reportase dari ibu kota Iran, Tehran, mendadak viral di media sosial.

Dalam tayangan tersebut, reporter senior CNN Frederik Pleitgen memperlihatkan suasana kota yang tampak relatif tenang meski Iran sedang menghadapi serangan udara dari Amerika Serikat dan Israel.

Video itu ramai dibagikan di berbagai platform seperti X, Instagram, dan TikTok.

Banyak warganet terkejut karena kondisi di Tehran terlihat cukup normal: toko-toko masih buka, rak makanan terisi penuh, dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

Dalam laporannya, Pleitgen mengatakan ia melihat lebih banyak pos pemeriksaan dan personel bersenjata di jalan menuju ibu kota.

Namun, ia menegaskan tidak melihat tanda kepanikan massal di tengah masyarakat.

“Anda tidak melihat tingkat kepanikan di mana pun di sini,” ujarnya dalam video tersebut.

Ia juga menunjukkan bahwa bahan bakar masih tersedia dan toko-toko tetap menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk buah dan sayuran segar.

Video ini menjadi viral karena kontras dengan narasi konflik yang beredar luas sejak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memanas pada akhir Februari 2026.

Video di Akhir Artikel

Serangan udara besar-besaran menghantam sejumlah target militer dan strategis di Iran, termasuk di sekitar Tehran.

Konflik tersebut memicu ledakan besar di berbagai kota serta korban jiwa yang terus bertambah.

Dalam operasi militer itu, sejumlah fasilitas penting Iran menjadi sasaran.

Bahkan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara yang menargetkan pimpinan militer dan politik Iran.

Pada fase awal konflik, laporan dari berbagai media internasional menggambarkan situasi yang jauh lebih kacau, dengan warga berbondong-bondong membeli bahan makanan, mengisi bahan bakar, dan bahkan meninggalkan kota karena khawatir serangan lanjutan.

Namun reportase CNN terbaru memperlihatkan gambaran yang berbeda: kehidupan sehari-hari di beberapa bagian Tehran masih berjalan.

Sumber: Detik

Artikel terkait lainnya