DEMOCRAZY.ID – Pemerhati Politik dan Kebangsaan Rizal Fadhillah dalam artikelnya menilai sudah sulit Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia bertahan dalam Board of Peace.
Sang komandan Amerika faktanya lebih senang perang daripada damai.
“Seperti Prabowo maka Trump juga gede omong saja, sein kiri belok kanan, bicara peace pelaksanaanya war. Trump dikecam warganya sendiri, Prabowo didesak di dalam negeri. Rakyat Indonesia minta segera keluar dari BoP,” kata Rizal Fadhillah, 7/3/2026.
“Prabowo masih berikhtiar untuk mendapat support. Ia kumpulkan lagi tokoh dan organisasi Islam. Namun nampaknya usaha ini sia-sia, justru suara desakan kini dapat didengar langsung,” sambungnya.
Menurutnya, meski berbahasa keluar jika BoP tidak manfaat, namun suaranya sudah lagi tidak selantang awal.
Posisinya terjepit antara percaya diri bahkan bangga saat bersama Trump dengan realita dalam negeri yang terus membombardir.
“Prabowo dianggap bodoh karena tunduk kepada kelicikan dan kemunafikan Amerika-Israel. Serangan ke Iran yang melanggar kaidah Hukum Internasional menjadi bukti kelicikan dan kemunafikan Amerika Israel tersebut. Hal ini bukan pertama kali pelecehah atas Hukum Internasional terjadi,” papar Rizal.
Tidak ada alasan untuk menunggu keluar dari Board of Peace (BoP) karena :
Pertama, tidak mungkin efektif perdamaian di Gaza jika dilaksanakan oleh badan bentukan dan pimpinan Amerika pendukung total Israel penghancur Gaza dan pelaku genosida.
Misi BoP adalah pelumpuhan dan penaklukan dengan berkedok perdamaian.
Kedua, tidak mengikutsertakan Palestina merupakan program badut sirkus. Menjadi bahan tertawaan dunia saja.
Mendamaikan dengan Israel bebas merdeka, sementara Palestina diikat tentu lucu.
Keadilan versi hewan pun tidak memenuhi hal itu. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab telah diinjak-injak oleh Prabowo.
Ketiga, misi ISF yang dipimpin Mayjen Jasper Jeffers (AS pro zionis) harus melucuti senjata, menghancurkan terowongan, dan mengembargo senjata.
Indonesia sebagai Deputy Commander ISF dengan TNI nya pasti dianggap nekad atau gila jika tega melakukan misi ini.
“Mengingat rendahya probabilitas rakyat Indonesia dapat menerima hal di atas, maka apa lagi yang mesti ditunggu Prabowo ? Tidak ada,” kata Rizal.
“Oleh karena itu aspirasi tokoh, ormas, atau kelompok kritis lain yang merepresentasi aspirasi rakyat Indonesia patut segera direspons. Prabowo harus segera membawa Indonesia keluar dari BoP dan pembatalan ART yang menyertai,” lanjutnya.
Menurut Rizal, BoP adalah jebakan zionis untuk membunuh Prabowo Subianto.
Jangan tunda, semakin lama dalam jebakan, nanti sulit untuk selamat. Zionis itu nir-moral.
“Sudah banyak Kepala Negara terbunuh oleh kebiadaban zionis. Ayo cepat keluar agar tetap hidup dan merdeka,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak Istana.
Sumber: JakartaSatu