DEMOCRAZY.ID – Panglima Jilah, pemimpin Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), mendatangi kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (5/3/2026).
TBBR adalah satu di antara organisasi masyarakat suku dayak yang fokus pada pelestarian budaya dan sebagai benteng pertahanan terakhir adat setempat
Bukan kunjungan biasa, tujuannya menagih janji pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang pernah disampaikan Jokowi semasa menjabat.
“Dalam rangka pembangunan IKN tentunya, dan terutama khusus untuk Dayak Center agar itu segera direalisasikan. Karena kita warga Dayak sudah menunggu bagaimana Dayak Center itu berdiri di IKN,” ungkap Panglima Jilah.
Panglima Jilah memastikan pembangunan Dayak Center akan direalisasikan pada tahun depan.
Ia ingin memastikan proyek ini benar-benar berjalan sesuai rencana.
“Secara teknis, pembangunannya akan dilaksanakan kemungkinan di tahun ini atau di tahun depan akan berjalan,” jelasnya.
Dayak Center nantinya akan menjadi pusat budaya sekaligus mendorong perekonomian masyarakat Dayak.
“Secara ekonomi, di situ nanti ada namanya galeri UMKM yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, budaya, tradisi, dan tarian-tarian juga akan ditampilkan. Hal itu akan sangat menunjang ekonomi masyarakat setempat,” terang Panglima Jilah.
Tempat ini juga akan melestarikan berbagai warisan budaya, mulai dari tarian hingga tradisi yang telah dijaga turun-temurun.
“Budaya, tradisi, dan pelestarian seni seperti tarian-tarian Dayak,” tambahnya.
Menurut Panglima Jilah, Jokowi sangat mendukung keberadaan Dayak Center.
Lokasinya akan berada di wilayah IKN, sesuai janji yang pernah disampaikan Jokowi.
“Beliau sangat mendukung, karena beliau juga yang berjanji dengan kita bahwa Dayak Center itu harus ada di IKN,” tuturnya.
Koordinator rombongan dari Kalimantan Timur, Susilo, menyatakan optimisme agar pemerintah mengakomodir aspirasi warga Dayak.
Ia menekankan peran Panglima Jilah sebagai perwakilan masyarakat Dayak untuk menanyakan progres pembangunan Dayak Center.
“Jadi, karena dulu Pak Jokowi yang berjanji kepada Panglima Jilah, beliau menanyakan kembali untuk pembangunan di IKN. Dan nanti kemungkinan pemerintah akan mengakomodir itu. Jadi beliau (Panglima Jilah) merupakan kepanjangan tangan dari saudara-saudara kita masyarakat Dayak di Kalimantan untuk mengamanahkan kepada Panglima Jilah guna menanyakan progres Dayak Center tersebut,” jelas Susilo.
Sumber: Tribun