SOSOK Pengganti Khamenei Muncul Ke Publik, Bersumpah Hal Ini ke Rakyat Iran!

DEMOCRAZY.ID – Calon pemimpin baru Iran Mojtaba Ali Khamenei membuat pesan untuk Amerika Serikat dan sekutu atas huru-hara yang ditimbulkan.

Putra mantan pemimpin Iran yang gugur Ali Khamenei itu bersumpah atas nama Tuhan bahwa mereka akan tetap gagah berani dan tegar menghadapi pertempuran ini.

Hal itu disampaikan Mojtaba usai namanya disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Khamenei pada Kamis (5/3/2026)

“Dengan nama Allah, salam kepada rakyat Iran yang gagah berani dan tetap tegar di masa-masa sulit,” kata Mojtaba seperti dimuat X Iran_Agency.

Mojtaba berjanji saat dirinya mengemban kepemimpinan Iran, dia berjanji akan terus mengikuti jejak para martir yang telah gugur dalam peperangan ini.

“Saat kami mengemban kepemimpinan ini, kami berjanji untuk mengikuti jalan para martir kami, berjuang untuk kehormatan, kebebasan, dan martabat,” pesannya.

Diketahui Khamenei terbunuh dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran pada Sabtu (28/2/2026), akhir pekan kemarin.

Sejumlah media Barat dan Israel melaporkan Mojtaba Khamenei kini muncul sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.

Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi dari otoritas Iran terkait proses suksesi tersebut.

Dilansir dari berbagai laporan media internasional, Mojtaba Khamenei merupakan putra kedua Ali Khamenei.

Mojtaba dikenal sebagai ulama garis keras yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran dalam kekuasaan Iran.

Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan yang menewaskan ayahnya karena tidak berada di lokasi saat kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran diserang.

Meski tidak pernah mencalonkan diri dalam pemilihan umum atau memegang jabatan publik, Mojtaba selama bertahun-tahun disebut memiliki pengaruh besar di balik layar pemerintahan Iran.

Mojtaba diketahui memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kekuatan militer elit yang menjadi pilar utama kekuasaan negara tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, nama Mojtaba semakin sering disebut sebagai calon penerus utama Ali Khamenei yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Jika Mojtaba benar-benar naik menjadi pemimpin tertinggi, banyak analis menilai hal itu dapat memperkuat dominasi faksi garis keras dalam pemerintahan Iran.

Situasi tersebut juga berpotensi memperkecil peluang negosiasi dengan negara Barat dalam waktu dekat, terutama di tengah meningkatnya konflik regional.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya