DEMOCRAZY.ID – Suasana pagi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mendadak mencekam usai sebuah aksi pembacokan dilaporkan terjadi pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Insiden berdarah yang berlangsung secara tiba-tiba ini sontak memicu kepanikan dan menggegerkan jajaran civitas akademika serta para mahasiswa yang tengah berada di sekitar lokasi kejadian.
Untuk mengatasi kejadian tersebut pihak kepolisian segera mengambil tindakan.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, telah membenarkan adanya informasi mengenai insiden kekerasan itu.
Ia menegaskan bahwa proses hukum lebih lanjut saat ini telah dilimpahkan ke pihak kepolisian sektor setempat.
“Kasusnya saat ini ditangani Polsek Binawidya,” ungkap AKP Anggi, pada Kamis (26/2/2026).
Di lain sisi, Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo Morlando, turut memberikan penjelasan.
Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian baru menerima laporan insiden tersebut sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.
“Benar, kejadiannya di kampus sekitar pukul 07.30 WIB. Saat ini anggota masih melakukan olah tempat kejadian perkara,” jelasnya.
kabarpekanbaru Kejadian di UIN Susksa Riau,tepatnya Fakultas Syariah Ilmu Hukum, pagi
ini Kamis 26 Februari 2026.
Ada cowok.meluk4i cewek pakai k4pak. Info yang beredar, si cowok terobsesi dengan si cewek.Kita tunggu info terbaru dari kejadian ini pic.twitter.com/NyVxrxVZSQ
— Never (@neVerAl0nely___) February 26, 2026
Berikut adalah deretan 6 fakta terkait insiden berdarah di UIN Suska Riau yang dirangkum.
Peristiwa nahas berupa tindak kekerasan yang berujung pada insiden berdarah itu telah berlangsung di kawasan lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, yang mana kejadian tersebut terjadi pada Kamis (26/2/2026) pagi, tepatnya pukul 07.30 WIB.
Insiden mengejutkan ini diketahui terjadi di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, tepatnya di ruang sidang seminar proposal.
Peristiwa ini sontak langsung memicu kepanikan sekaligus menggegerkan seluruh jajaran civitas akademika yang pada saat itu tengah berada di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi lebih lanjut yang dihimpun dari lokasi kejadian, identitas mahasiswi malang yang menjadi korban dalam insiden berdarah tersebut diketahui bernama Farah.
Ia merupakan seorang mahasiswi tingkat akhir yang kini tengah menempuh pendidikan di semester 8 pada Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.
Di sisi lain, sosok pria yang menjadi terduga pelaku penyerangan pembacokan tersebut bernama Reyhan Mufazar (22), yang juga masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di lingkungan kampus.
Terduga pelaku diketahui memiliki hubungan dekat, bahkan diduga tengah menjalin hubungan asmara atau berstatus sebagai kekasih korban.
Peristiwa tragis ini bermula saat korban yang mengenakan kemeja putih dan rok hitam sedang bersiap untuk melaksanakan ujian seminar proposal sambil menunggu dosen penguji.
Tiba-tiba, pelaku datang membawa senjata tajam jenis kapak dan langsung menyerang korban.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian wajah (dahi) dan tangan hingga terjatuh bersimbah darah.
Mahasiswa lain yang menyaksikan kejadian tersebut tidak berani mendekat atau melerai karena pelaku bersenjata tajam.
Pelaku juga disebut sempat “menyandera” korban sejenak sebelum akhirnya petugas keamanan kampus turun tangan membebaskan korban.
Telah dipastikan secara resmi bahwa tidak ada satupun korban yang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa ini.
Sebagai langkah penanganan cepat pasca-kejadian, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum untuk mendapatkan perawatan dan pertolongan medis yang memadai.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau, Alfi Syahrin, yang mendampingi korban memastikan bahwa korban telah menjalani operasi untuk menangani luka-lukanya.
Saat ini, korban dirawat secara intensif di ruang IGD dengan kondisi yang sudah membaik dan stabil.
Insiden ini langsung ditangani oleh Polsek Binawidya setelah menerima laporan pada pukul 08.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo Morlando, bersama jajarannya telah turun ke lokasi untuk memasang garis pembatas polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pelaku yang sebelumnya sempat mendapat perlakuan fisik dari oknum massa di kampus, kini telah diamankan dan ditahan di Mapolsek Binawidya.
Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi untuk mendalami motif pasti di balik penganiayaan tersebut.
Terkait kejadian ini, pihak UIN Suska Riau belum memberikan keterangan resmi menyangkut motif penyerangan.
Pihak kampus menegaskan bahwa mereka saat ini masih berfokus penuh pada penanganan medis dan pemulihan trauma korban di rumah sakit.
Pihak kampus memastikan akan segera mengeluarkan press release resmi kepada publik, namun langkah tersebut baru akan diambil setelah seluruh fakta, data, dan informasi yang benar-benar valid dan akurat telah terkumpul sepenuhnya dari aparat kepolisian maupun instansi berwenang lainnya yang terkait.
Sumber: Suara