VIRAL! Oknum Paspampres Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata ‘Monyet’

DEMOCRAZY.ID – Polisi membenarkan adanya dugaan penganiayaan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terhadap pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Rahmat mengatakan, kasus tersebut kini tengah diselidiki.

“Benar ada kejadian tersebut. Masih kami selidiki. Korban sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan visum,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Terkait dugaan bahwa pelaku merupakan anggota Paspampres, Rahmat menyebut, informasi tersebut didapatkan dari keterangan korban saat pemeriksaan Sabtu (7/2/2026).

Namun, polisi mengaku belum bisa memastikan identitas pelaku karena masih dalam tahap penyelidikan.

“Info dari korban setelah di-BAP pada hari Sabtu begitu (pelaku Paspampres). Tapi saat ini kami masih selidiki,” kata Rahmat.

Saat ditanyai tudingan korban yang menyebut polisi tak bisa memproses hukum karena pelaku diduga anggota militer, Rahmat tak memberikan jawaban.

“Saat ini kami masih lidik, akan diperiksa lebih lanjut. Sementara itu dulu, mohon waktu,” ucap Rahmat.

Diduga Paspampres Aniaya Ojol

Sebelumnya diberitakan, seorang pengemudi ojek online bernama Hasan (26) menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria yang diduga anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Rabu (4/2/2026) lalu.

Peristiwa yang terjadi di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat ini bermula dari hal sepele, yakni korban bertanya mengenai titik lokasi rumah karena alamat di aplikasi tidak sesuai.

Saat itu, Hasan membawa penumpang bernama Nur dari Jalan Mawar, Srengseng.

Namun, sesampainya di titik tujuan pada aplikasi, penumpang mengatakan lokasi tersebut salah.

“Sampai di lokasi tujuan, penumpang saya mengatakan bahwa rumahnya bukan ini. Terus dia sering dipanggil ke sana, cuma dia enggak tahu jalan. Saya konfirmasi jalannya ke mana, dia enggak tahu juga,” ucap Hasan.

Hasan kemudian berinisiatif menghubungi pemilik rumah (pelaku) untuk menanyakan jalan dan titik rumah yang benar. Namun, Hasan justru mendapat respons kasar.

“Saya bilang, ‘Pak, saya di Jalan Kecapi nih, rumah Bapak ke mana lagi ya?’. Terus dia jawabannya malah kasar. Malah dia bilang, ‘Monyet kamu ya! Sini kamu kalau berani!’,” kata Hasan menirukan ucapan pelaku.

Sesampainya di rumah pelaku, Hasan terlibat cekcok dengan anak pelaku yang menendang motornya.

“Anaknya sudah berdiri di depan rumah dengan nada kayak nantangin gitu, bilang kalau saya enggak sopan ke bapaknya. Padahal mah saya cuma nanya alamat, bapaknya dia yang ngomel-ngomel,” ucap Hasan.

“Saya nggak terima kan, saya dorong, terus dia mukul saya, terus saya pukul juga. Pukul-pukulan di situ,” sambungnya.

Di tengah keributan tersebut, pelaku pun keluar dari rumah membawa sebatang besi dan langsung memukul kepala Hasan.

“Bapaknya ini datang bawa besi dan mukul kepala saya. Sekali pukul pakai besi, terus warga langsung udah di situ semua,” ungkap Hasan.

Akibat pemukulan itu, Hasan mengalami luka di bagian kepala dan sempat dilerai oleh warga serta Ketua RT setempat.

Menurut keterangan warga dan Ketua RT setempat, pelaku disebut merupakan anggota Paspampres.

“Saya langsung lapor polisi. Nah, hari Sabtu (7/2/2026) saya dipanggil lagi, terus minta nomor RT setempat. Di situ polisi baru tahu karena nanya RT, iya kejadiannya benar pelaku Paspampres,” jelas Hasan.

Polisi yang mengetahui informasi itu pun mengatakan bahwa mereka tak bisa menindak hukum dan Hasan diminta mendatangi Polisi Militer Kodam (Pomdam).

Hasan kemudian membagikan keluhannya di media sosial hingga viral pada Minggu (8/2/2026) malam.

Setelahnya, Hasan mengaku telah dipanggil kembali oleh Polsek Kembangan untuk pemeriksaan lanjutan.

“Tadi sih saya dipanggil buat ke kantor polisi lagi. Katanya sih pemeriksaan lebih lanjut bilangnya. Cuma mungkin habis dari Polsek saya langsung ke Pomdam,” tutur Hasan.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya