DEMOCRAZY.ID – Politisi PDIP Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) heran dengan masih banyaknya illegal logging di Indonesia.
Dengan entengnya, pejabat bilang tidak tahu hutan konservasi diubah menjadi lahan sawit atau perkebunan lainnya.
Padahal kata Ahok, untuk teknologi modern saat ini sangat mudah mendeteksi kerusakan hutan mau seluas apapun wilayah Indonesia.
Tidak perlu lagi helikopter, pemerintah seharusnya bisa memakai drone hingga satelit untuk melihat kerusakan hutan.
Hal itu diungkapkan Ahok di channel Youtube miliknya pada Minggu (21/12/2025) usai wacana tanam sawit di Papua diutarakan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Jadi kalau memberantas sih gampang,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Ahok menjelaskan, deforestasi di Indonesia saat ini lebih gila-gilaan di era penjajahan Belanda dulu.
Di mana dulu Belanda selalu menyisakan lahan hijau di tengah-tengah pertambangan untuk wilayah konservasi.
Namun yang terjadi saat ini kata Ahok, wilayah konservasi itu masih digasak juga oleh para mafia hutan.
Maka Ahok menyarankan Presiden RI Prabowo Subianto agar pikir-pikir untuk mengubah lahan hijau menjadi sawit.
Terutama soal wacana mau menanam sawit di Papua yang berpotensi merusak ragam hayati wilayah tersebut.
Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto mengaku sudah mengantongi nama-nama pejabat TNI Polri yang terlibat merusak hutan Sumatra hingga menyebabkan banjir bandang.
Nama-nama pejabat TNI Polri yang merusak hutan dengan bisnis ilegal sudah sampai ke telinga Prabowo Subianto.
Hal itu diungkapkan Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (15/12/2025).
Di hadapan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Negara RI mengungkapkan keculasan aparat penegak hukum dalam bisnis ilegal logging di Indonesia.
Prabowo mengaku sudah mendapatkan laporan pejabat dan instansi mana saja yang nyolong sumber daya alam (SDA) Indonesia dengan merusak hutan.
Di mana pejabat dari instansi dan penegak hukum saling sekongkol untuk melakukan penyelundupan kayu.
Pada akhirnya kata Prabowo, penyelundupan ini mendatangkan kerugian besar bagi ekonomi Indonesia.
Prabowo mengaku mendapatkan laporan keterlibatan pejabat dan aparat negara itu dari pihak TNI sendiri.
“Dari pihak TNI sendiri yang melaporkan, ada pejabat-pejabat, ada petugas-petugas TNI yang terlibat. Dapat laporan juga petugas-petugas Polri terlibat,” jelasnya.
Oleh karena itu, Prabowo langsung menegur Agus dan Sigit untuk segera menindak anak buahnya yang terlibat dalam tindak pidana perusakan hutan tersebut.
“Ini saya benar-benar berharap, Panglima TNI, Kapolri benar-benar bisa menindak aparat-aparat nya yang melindungi kegiatan penyelundupan ini,” tuturnya.
Sumber: Tribun