Oleh: Tarmidzi Yusuf | Kolumnis
Ini isu lama. Dulu tak tersentuh saat Jokowi masih berkuasa. Sekarang jadi sorotan setelah Jokowi lengser.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bereaksi keras usai menghadiri Latihan Terintegrasi 2025 TNI dan instansi lain di Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (20/11/2025).
Reaksi keras Sjafrie bikin panas politik tanah air. “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik,” tegas orang dekat Prabowo ini.
Setelah melihat kejanggalan di bandara seperti provinsi baru China di Indonesia.
Semoga ini bukan drama. Sekadar beralih “kavling” kepenguasaan. Hanya ganti penjaga gerbang IMIP private airport.
Sementara kepemilikan tidak berubah.China dan para pengkhianat negara yang berlindung dibawah UU.
Tidak mungkin Prabowo belum mengetahui IMIP private airport di Morowali. Enam tahun lalu saat Jokowi meresmikan private airport ini Prabowo menjabat Menteri Pertahanan.
Kita berprasangka baik. Prabowo menunggu momentum. Sekaranglah momentumnya. Isu lama ini kembali digelindingkan ke publik melalui orang kepercayaan Prabowo, Sjafrie Sjamsoeddin.
Isu republik dalam republik memantik berbagai spekulasi. Jokowi gelar karpet merah untuk China.
Bayangkan! Indonesia cuma dapat royalti 2 – 3 persen dari pengerukan sumber daya alam terutama nikel di Morowali.
Ratusan triliun uang mengalir ke China. Jangan-jangan Jokowi dan LBP dapat setoran rutin. Negara cuma dapat recehan.
Kebobrokan era Jokowi terbongkar. Ngeri! Negara “dijual” ke China. Indikasi kuat Jokowi dan LBP sebagai operator lapangan berkhianat pada negara.
Bagaimana mungkin seorang kepala negara merestui adanya private airport tanpa ada petugas negara. Tidak bisa diakses oleh petugas negara seperti Imigrasi dan Bea Cukai?
Bandara eksklusif. Terbatas hanya untuk pesawat pribadi dari China. Selain pesawat China tidak boleh landing. Private airport yang jadi pintu gerbang keluar masuk TKA China.
Tidak menutup kemungkinan pula pintu gerbang masuknya barang-barang ilegal dari China dan Narkoba.
Parahnya lagi! Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang diresmikan Jokowi 6 tahun lalu itu jadi lalu lintas keluar masuk kekayaan SDA serta merongrong kedaulatan negara.
Private airport di kawasan IMIP semula sempat diisukan milik Presiden Prabowo tapi ditepis oleh elit Partai Gerindra.
Isu ini merebak karena dikait-kaitkan nama perusahaan dengan angka 08 yang diasosiasikan ke Prabowo.
IMIP dimiliki korporasi konsorsium Indonesia-China. Tsingshan Steel (China) dan Bintang Delapan Group. Ada pensiunan jenderal angkatan darat yang jadi komisaris perusahaan yang beralamat di Kelapa Gading, Jakarta Utara itu.
Bila benar Jokowi dan LBP gelar karpet merah bagi China melalui IMIP private airport. Aparat penegak hukum seharusnya berani bergerak.
Membongkar persekongkolan jahat. “Menjual” negara dalam negara ke asing berkedok PSN.
Makar dengan baju PSN. Memisahkan wilayah hingga tak terjamah pejabat negara seperti Imigrasi, Bea Cukai dan Kementerian Perhubungan.
Jokowi dan LBP bisa dijerat Pasal 106 KUHP. Pasal ini mengatur tentang tindak pidana makar dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara maksimal 20 tahun.
Menurut pasal ini makar sebagai perbuatan yang dilakukan dengan niat untuk menaklukkan seluruh atau sebagian wilayah negara di bawah kekuasaan asing, atau dengan niat memisahkan sebagian wilayah negara tersebut dari Indonesia.
Beranikah Presiden Prabowo menutup total IMIP private airport? Bukan sekadar gertak sambal Sjafrie Sjamsoeddin. Jangan ada udang dibalik “berbagi” kavling.
Semoga saja Prabowo dan Sjafrie serius membongkar habis “negara dalam negara”. Tidak takut tekanan dan ancaman Presiden China Xi Jinping.
Kita doakan saja! Prabowo dan Sjafrie tulus untuk republik. Tidak kendor. Tidak masuk angin. Bila tidak? 2029 rakyat akan menghukumnya. ***