Polemik Ijazah Memanas, Tim Bon Jowi: “Jokowi Bukan Riza Chalid, Kenapa Harus Disembunyikan?”

DEMOCRAZY.ID – Polemik seputar ijazah Presiden Joko Widodo kembali menguat di ruang publik.

Anggota Tim Bon Jowi (Bongkar Ijazah Jokowi), Lukas Warso, melontarkan kritik keras terhadap sikap Jokowi yang dinilai ogah membuka ijazahnya kepada publik.

Lukas menyinggung bahwa Jokowi semestinya tak perlu menutup-nutupi ijazahnya jika memang asli.

Presiden ke-7 RI selama dua periode itu dibandingkan dengan sosok Riza Chalid, pengusaha asal minyak yang kini tersandung skandal korupsi.

“Mempermainkan bangsa ini, artinya dia kan mantan presiden dua periode. Dia kan bukan Riza Chalid yang harus menyembunyikan praktik korupsi minyak atau para koruptor. Tapi harus diakui periode pertama dia itu banyak yang memuja dan mendukung,” katanya seperti dikutip dari Rakyat Bersuara di YouTube pada Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, Jokowi dulu pernah dikenal sosok yang sederhana, terutama saat masa awal kepemimpinannya sebagai presiden.

Akan tetapi ketika lengser keprabon, Lukas menilai sikap itu justru berubah menjadi jumawa.

“Jadi tidak ada sedikit pun menurut saya, ke-humble-an sebagai seorang mantan presiden yang dulu mengkampanyekan diri sebagai orang yang humble untuk berani secara terbuka menunjukkan tapi seperti orang jumawa karena mungkin berasumsi yang minta (ijazah) Roy Suryo, Rismon dan Tifa.”

“Mungkin tidak suka dengan tiga orang itu dan beberapa orang lain, dia merasa tidak perlu. Padahal ini pertanyaan rakyat indonesia,” pungkasnya.

Diperlukan kejujuran

Ia menegaskan bahwa kejujuran di dalam kasus ini diperlukan agar tidak membuat gaduh publik.

Lukas Warso mengatakan jika seseorang merasa tidak melakukan kesalahan, maka cara paling mudah adalah menunjukkan buktinya agar dapat menguatkan keterangannya.

“Kejujuran itu sederhana, kalau anda dituduh dan anda tidak merasa melakukan kesalahan ya tunjukkan saja bukti-bukti bahwa anda tidak salah,” katanya seperti dikutip YouTube Rakyat Bersuara pada Rabu (19/11/2025).

Bukan celana dalam bolong

Lukas merasa heran dengan Jokowi yang tidak segera mempublikasikan ijazahnya itu.

Semestinya Jokowi dengan bangga menunjukkan ijazahnya karena tamat dari Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu institusi pendidikan bergengsi di Indonesia.

“Kalau Pak Jokowi memang punya ijazah itu, ijazah UGM lagi universitas yang membanggakan kenapa disembunyikan? Apa tujuannya? Apa motifnya? Nah, begini. Ijazah itu kan selain membanggakan itu suatu pengakuan.

Ia melontarkan analogi yang mencuri perhatian publik.

Menurutnya, ijazah bukan dokumen pendidikan yang memalukan untuk ditunjukkan.

“Kalau malu, ijazah kan bukan celana dalam yang bolong, yang malu untuk ditunjukkan ke publik. Jadi secara logika, secara filosofis tidak jelas ini motifnya,” jelasnya.

Permainkan bangsa

Lukas menaruh syak wasangka terhadap sikap Jokowi yang terkesan menyembunyikan ijazahnya itu.

Jokowi dinilai sengaja mempermainkan emosi rakyat dan membiarkan kasus ini terus terkatung-katung.

“Kemarin di salah satu talkshow saya bilang bahwa Jokowi langsung atau tidak langsung, mempermainkan bangsa ini dengan isu ijazah. Karena tidak segera menunjukkan kalau memang asli. Kalau orang jujur dan punya asli, pasti harus ditunjukkan,” pungkasnya.

[CUPLIKAN]

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya