Terungkap! Somaliland Disebut Sudah Masuk Rencana untuk Negara Yahudi Sejak 1942

DEMOCRAZY.ID – Israel menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Somaliland sejak memisahkan diri dari Somalia pada 1991.

Pengakuan itu diberikan pada Jumat (26/12/2025), seiring penandatanganan deklarasi bersama yang menetapkan hubungan diplomatik penuh Israel dengan Somaliland.

Keputusan Israel untuk mengakui Somaliland pun menuai penolakan dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan China.

Namun, sebuah dokumen yang beredar di media sosial baru-baru ini menunjukkan bahwa orang Yahudi ternyata sudah punya rencana untuk memanfaatkan Somaliland sejak 1942.

Negara Yahudi di Ethiopia dan Somaliland

Dikutip dari TRT World, dokumen yang berisi proposal terkait Harrar Council pada 1942 itu ditulis oleh aktivis Yahudi, Hermann Fuernberg.

Ia membahas tentang permukiman orang Yahudi Eropa di wilayah Harrar, Ethiopia, sambil menggunakan pelabuhan di Somaliland untuk akses maritim.

Sebagai informasi, Somaliland saat itu masih berada di bawah Protektorat Inggris.

“Usulan saya adalah untuk menyatukan wilayah yang disebut Harrar di Ethiopia dengan sebagian Somaliland Britania dan menciptakan negara bagi orang Yahudi Eropa,” tulis Fuernberg.

“Setiap orang Yahudi, baik yang menganggap dirinya sebagai Yahudi atau yang digolongkan sebagai Yahudi tanpa kehendaknya, seharusnya memiliki hak untuk memasuki negara ini,” sambungnya.

Selain itu, buletin harian dari platform berita Jewish Telegraphic Agency pada 22 Juli 1943 juga mengumumkan pembentukan Dewan untuk Provinsi Yahudi Otonom di Harrar.

Tujuannya adalah membantu orang Yahudi Eropa menetap di wilayah Harrar di Ethiopia dan Somaliland Britania yang berbatasan dalam kondisi otonomi politik.

Sementara, sebuah laporan pada 10 Februari 1939, The Canadian Jewish Chronicle menyerukan pembentukan negara di Ethiopia karena tempat itu telah terkait dengan sejarah Yahudi.

Pertemuan Presiden Somalia dan Netanyahu

Sebelumnya, Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi disebut sempat melakukan kunjungan rahasia ke Israel pada Oktober 2025.

Hal itu dikonfirmasi oleh kepala Mossad, David Barnea dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dikutip dari Times of Israel.

Dalam pertemuan itu, Abdirahman juga mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Menurut laporan tersebut, hubungan Israel-Somaliland awalnya muncul di tengah diskusi tentang potensi relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza ke Somaliland.

Isu tersebut sempat mencuat ke publik pada Agustus 2025.

Namun, Channel 12 mengatakan, hubungan tersebut kemudian meluas jauh melampaui topik itu.

Para pejabat Israel menyebut pembicaraan itu berkembang menjadi kerja sama strategis.

Dari perspektif Israel, motivasi utama untuk memperdalam hubungan kedua negara adalah kedekatan geografis Somaliland dengan Yaman, basis kelompok Houthi.

Karena itu, hubungan tersebut menjadi sangat penting di tengah kekhawatiran keamanan regional Israel yang berkelanjutan.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya