Rupiah Hancur Lebur: Akankah Prabowo-Gibran Mundur Sebelum Bertempur?

Badai Rupiah Menggila: Akankah Fondasi Prabowo-Gibran Goyang Sebelum Berlaga?

Oleh: Tarmidzi Yusuf | Kolumnis

Ingat 1998. Peristiwa jatuhnya Presiden Soeharto. Kejatuhan Pak Harto tidak melulu dipicu masalah politik. Demo besar-besaran hingga gedung MPR/DPR dikuasai demonstran.

Gonjang-gonjang ekonomi. Pelemahan nilai tukar rupiah setahun sebelum Pak Harto lengser. Pada awal Januari 1997, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih stabil dan diperdagangkan di kisaran Rp2.350 hingga Rp2.380 per dolar AS.

Sejak pertengahan tahun 1997 rupiah mulai terdepresiasi. Terus melemah hingga ditutup di kisaran Rp4.650 hingga mendekati angka Rp5.915 pada akhir 1997.

Puncaknya tahun 1998. Rupiah menyentuh level terendah Rp16.650. Presiden Soeharto pun turun. Kondisi ekonomi dan politik memaksa Presiden Soeharto berhenti digantikan oleh Wakil Presiden BJ. Habibie.

Presiden BJ. Habibie sukses besar. Berhasil menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari Rp16.650 menjadi Rp6.500. Sayangnya, BJ. Habibie gagal mempertahankan kekuasaannya. Ia dikhianati oleh salahsatu faksi di Partai Golkar.

Gejolak rupiah kembali terjadi. Tren melemah. Saat Prabowo dilantik, rupiah terhadap dolar AS Rp15.400.

Hingga kemarin nilai tukar rupiah terus merosot. Terpuruk ke level terendah sejak Indonesia merdeka. Rp17.656 per dolar AS.

Sejak Prabowo-Gibran berkuasa rupiah terhadap dolar AS melemah Rp2.256. Menurut para ekonom, nilai tukar rupiah akan terus terdepresiasi. Bisa-bisa tembus diatas Rp20.000 per dolar AS.

Maksud hati ingin menenangkan pasar dengan menyebut warga desa tidak pakai dolar. Justru pasar merespon negatif pernyataan Prabowo itu.

Pembisik Prabowo payah. Bisikan warga desa tidak pakai dolar blunder. Rupiah kembali rontok. Mungkinkah ada pembusukan dari dalam agar pasar tidak percaya lagi pada Prabowo?

Entahlah. Yang pasti terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin membuat rakyat makin susah.

Harga-harga naik. Politik jadi memanas. Tidak menutup kemungkinan ada ‘kesengajaan’.

Menggoyang rupiah sebagai skenario seperti 1998 dan 2001. Rakyat teriak. Politik panas. Upaya meniru kejatuhan Soeharto dan Gus Dur. Soeharto diganti BJ. Habibie. Gus Dur diganti Megawati Soekarnoputri. Dan, Prabowo diganti Gibran.

Mungkin pula ada skenario lain. Tuntutan Prabowo-Gibran turun. Keterpurukan rupiah yang memicu krisis ekonomi dan politik. Rakyat turun ke jalan. Prabowo-Gibran ambruk?

Wallahua’lam bish-shawab

Artikel terkait lainnya