DEMOCRAZY.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku menelpon Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk menanyakan soal perang yang bergejolak di Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam sebuah pidato di acara Halalbihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara dan konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Kota Solo, Sabtu (4/4).
“Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA Yang Mulia MBZ. Saya tanya, ‘Yang Mulia, kapan perangnya selesai’. Baru mulai perangnya, saya tanya kapan kira-kira perangnya selesai. Dijawab, enggak pasti dan enggak jelas,” kata Jokowi dalam sambutannya.
Dalam percakapan tersebut, Jokowi juga menanyakan soal melonjaknya harga minyak mentah imbas perang yang berkecamuk di wilayah tersebut.
“Kemudian saya bertanya harga minyaknya akan sampai berapa, dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangar rumit dan sulit sekali,” ujar Jokowi.
Ia juga mengaku sempat menghubungi salah satu menteri UEA untuk menanyakan hal serupa.
Namun, saat itu pemerintah UEA juga belum dapat memprediksi kapan perang akan selesai dan bagaimana dampaknya terhadap harga minyak dunia.
“Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak pada harga normal lagi,” ujar dia.
https://t.co/qF3XDsPb9i pic.twitter.com/q1fxxGT7sY
— Jejak digital. (@ARSIPAJA) April 4, 2026
Sumber: CNN