DEMOCRAZY.ID – Republik Islam Iran membuktikan kecerdikan strategis mereka dalam menghadapi ancaman militer Amerika Serikat dengan membangun Pangkalan Militer Oghab 44 yang tak tertembus di bawah perut bumi.
Mengadaptasi teknik kuno penggalian saluran air, Angkatan Udara Iran sukses menyulap bentang alam Pegunungan Zagros menjadi benteng udara raksasa yang membuat hegemoni armada siluman Washington menjadi usang.
Menyitat Wionews, Rabu (15/4/2026), kehadiran fasilitas bawah tanah ini bukan sekadar tempat persembunyian, melainkan mesin peluncur serangan mematikan yang siap menghancurkan armada musuh di sekitar Selat Hormuz dengan dukungan armada Jet Tempur Su-35 Rusia di masa mendatang.
Pengungkapan fasilitas militer super rahasia ini pertama kali mengguncang para analis pertahanan Barat melalui rilis video resmi media pemerintah pada Februari 2023 silam.
Rekaman epik tersebut memperlihatkan perjalanan jauh menembus pintu anti-ledakan raksasa menuju pusat operasi Oghab 44, atau yang dikenal dengan sandi Elang 44.
Berbeda dengan “kota rudal” sebelumnya yang hanya difungsikan sebagai silo penyimpanan pasif, tempat ini merupakan pangkalan udara taktis yang beroperasi penuh pada kedalaman ratusan meter di bawah gunung.
Fasilitas tak tertembus ini dilengkapi dengan depot bahan bakar bervolume besar, pusat komando berteknologi tinggi, hingga hanggar perawatan pesawat yang sangat memadai.
Hal yang paling menakjubkan bagi dunia intelijen adalah pemandangan jet-jet tempur yang dapat melaju bebas melintasi terowongan panjang untuk bersiap melakukan misi pencegatan udara.
Meskipun Teheran merahasiakan titik pastinya, para analis intelijen sumber terbuka berhasil melacak lokasi pangkalan ini di Provinsi Hormozgan, sekitar 120 kilometer barat laut Bandar Abbas.
Pemilihan lokasi ini mencerminkan kejeniusan strategi tingkat tinggi karena jaraknya yang sangat dekat dengan jalur pelayaran vital di wilayah perairan Timur Tengah.
Jarak strategis tersebut memungkinkan armada udara Iran untuk meluncurkan serangan balasan mematikan terhadap kapal perang AS kapan saja tanpa sempat dicegah.
Pada saat yang sama, pangkalan udara ini tetap sangat terlindungi karena posisinya tertanam jauh di daratan yang dilapisi oleh benteng granit alami dan baterai pertahanan udara berlapis.
Logika strategi di balik Elang 44 sangat mumpuni, yakni memastikan kemampuan bertahan hidup yang maksimal bagi seluruh alutsista pertahanan udara milik Republik Islam Iran.
Teheran sangat menyadari bahwa menyiagakan pesawat di landasan pacu terbuka hanya akan memberikan target empuk bagi serangan pertama AS seperti yang terjadi di masa lalu.
Oleh karena itu, pangkalan ini memungkinkan armada tempur untuk kembali mengisi bahan bakar dan mempersenjatai diri dengan rudal jelajah jarak jauh Asef dengan sangat aman di bawah tanah.
Pasukan elit militer negara tersebut memanfaatkan keahlian terowongan sipil Qanat yang telah dikuasai bangsa Persia selama tiga milenium untuk membangun instalasi mutakhir ini.
Struktur beton dan perisai ledakannya dirancang khusus untuk menahan gelombang kejut, meminimalkan kerusakan, hingga bertahan dari ancaman senjata kimia maupun nuklir pihak musuh.
Kecanggihan basis ini makin membuat Barat waspada setelah citra satelit mendeteksi adanya maket pesawat Flanker Rusia di dalam zona perluasan konstruksi pangkalan.
Temuan tersebut memastikan bahwa Pangkalan Elang 44 secara spesifik dibangun untuk melindungi aset Jet Tempur Su-35 yang diakuisisi Teheran demi mematahkan dominasi udara AS.
Sumber: Suara