DEMOCRAZY.ID – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, menuding Partai Demokrat sengaja untuk menjatuhkan reputasi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) setelah melaporkan empat akun media sosial (medsos) yang menuduh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat dalam kasus ijazah Jokowi.
Bahkan, Ade menuduh pelaporan tersebut justru memperkuat dugaan Demokrat memang bekerja sama dengan pakar telematika, Roy Suryo untuk memunculkan isu ijazah Jokowi palsu.
“Partai Demokrat pantas malu dan apa yang dilakukan Partai Demokrat ini justru memperkuat dugaan bahwa sebenarnya memang berjalan bersama-sama Roy Suryo dalam rangka menjatuhkan integritas dan popularitas Pak Jokowi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Dia pun meminta Partai Demokrat untuk mencabut laporan terhadap empat akun medsos tersebut.
Ade mengungkapkan jika permintaannya itu tidak dilakukan, maka hubungan dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan bergejolak dan memperburuk citra Presiden Prabowo Subianto.
“Sebaiknya ini (pelaporan) tidak dilakukan karena akan juga mencemarkan reputasi dan kualitas KIM dan sekaligus menjatuhkan nama baik Pak Prabowo,” tuturnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat memang melaporkan empat akun medsos ke Polda Metro Jaya pada Senin (5/1/2026) lalu.
Hal ini disampaikan oleh politikus Demokrat, Andi Arief.
Dia mengatakan laporan tersebut sudah diterima Polda Metro Jaya dan akan diproses menggunakan KUHP baru.
“Bahwa rencana kita akan melaporkan akun-akun tersebut dengan UU IT yaitu Pasal 28 juncto Pasal 45 ternyata telah ada Putusan MK Nomor 155, bahwa MK telah membuat frasa bahwa kerusuhan di ruang publik bukan tindak pidana.”
“Bahwa hasil perdebatan dengan tim siber Polda disepakati (proses hukum) dengan Pasal 263 ayat 1 dan 2 juncto Pasal 264 KUHP (baru),” kata Andi dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan laporan polisi yang dikirim Andi via WhatsApp, nomor laporan polisi itu yakni LP/B/97/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 5 Januari 2026.
Sementara empat akun medsos yang dilaporkan yakni kanal YouTube Agri Fanani, Bang bOy YTN, Kajian Online, dan akun TikTok @sudirowibudhiusmp.
Ternyata, pihak yang dilaporkan itu tidak hanya menuduh SBY terlibat kasus ijazah Jokowi.
Contohnya kanal YouTube Agri Fanani mengunggah video dengan judul ‘Anak Emas SBY korupsi terbesar sepanjang sejarah RI’.
Kemudian, akun bernama Bang bOy YTN membuat konten berjudul ‘kebongkar siasat buruk SBY di balik somasi ke ketua YouTuber Nusantara, ternyata untuk tangkis aib ini’.
Selanjutnya, dua akun yakni kanal YouTube Kajian Online dan akun TikTok @sudirowibudhiusmp lah yang menuding SBY terlibat kasus ijazah Jokowi.
Kajian Online membuat konten berjudul ‘SBY resmi jadi tersangka baru fitnah ijazah, SBY langsung pingsan sampai dilarikan ke rumah sakit’.
Sementara, akun TikTok @sudirowibudhiusmp membuat konten dengan menuding SBY terlibat kasus ijazah Jokowi dengan menyuruh pakar telematika Roy Suryo untuk memunculkan isu tersebut.
“Atas kejadian tersebut, pelapor datang ke SPKT Polda Metro Jaya untuk membuat laporan pengaduan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” demikian bunyi dari LP tersebut.
Awal mula pelaporan ini ketika Andi Arief mengunggah sebuah video di akun X pribadinya dan menyebut SBY merasa terganggu atas tuduhan terlibat dalam kasus ijazah Jokowi.
Alhasil, kata Andi, SBY mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum bagi pihak yang memfitnahnya.
Andi menuturkan hal ini diketahuinya setelah bertemu dengan SBY.
“Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini,” kata Andi pada Rabu (30/12/2025) lalu.
Andi menuturkan bahkan SBY turut dituduh telah berkolaborasi dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk memunculkan isu bahwa ijazah milik Jokowi adalah palsu.
Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar. Dia juga mengatakan hubungan SBY dan Jokowi baik-baik saja.
“Atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Bu Megawati dalam mengungkap (isu) ijazah palsu Pak Jokowi ini. Jadi sama sekali itu tidak benar.
“Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini juga baik,” ujar Andi.
Andi menuturkan jika fitnah tidak dihentikan, maka SBY mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum.
Sehingga, dia berharap fitnah mengaitkan SBY dengan kasus dugaan ijazah Jokowi agar dihentikan.
“Kalau juga tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum dengan pertama memberikan somasi kepada orang-orang yang membuat fitnah tersebut dan terbuka kemungkinan untuk menempuh proses hukum,” tuturnya.
Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa SBY kini sudah tidak berfokus lagi di dunia politik tetapi menekuni seni lukis dan mengurus klub voli, Lavani.
“Hari-hari politik (di Partai Demokrat) kan sudah dipimpin oleh Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono),” katanya.
Pasca video Andi tersebut, Partai Demokrat pun melayangkan surat somasi terhadap empat medsos agar meminta maaf secara terbuka setelah menuduh SBY.
Sumber: Tribun